Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tidak Dukung Petahana, Ketua RT Diancam Diculik dan Dibakar

Lina Herlina
15/1/2018 21:13
Tidak Dukung Petahana, Ketua RT Diancam Diculik dan Dibakar
(Ilustrasi)

KETUA RT di Bantabantaeng, Makassar, mengaku diancam oleh pendukung pasangan Bakal Calon Wali Kota Petahana Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Banta-Bantaeng, Muhammad Ashar, mengungkapakan, jika dirinya diteror dan diancam oleh anggota salah satu grup Whatsapp GR2M, yang berisi ketua RT dan RW se Kota Makassar dan sejumlah jurnalis.

Ashar pun berinisiatif melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Makassar, Senin (15/1) Ashar pun melapor didampingi tiga pengacaranya, dengan menyertakan barang bukti ancaman, dan diserahkan kepada petugas SPKT.

Barang bukti yang diserahkan diantaranya yakni print-out screenshoot dari grup whatsapp Gerakan RT/RW Makassar (G2RM), yang berisi gambarnya dan komentar-komentar yang mengancam dirinya akan diculik dan dibakar lantaran tidak mendukung wali kota petahana.

Seorang kuasa hukum korban, Muhammad Al Jebra mengatakan, kliennya merasa terancam dan butuh perlindungan hukum, sehingga ia melapor kepada polisi.

"Selain itu pelaporan tersebut juga didasari adanya indikasi dugaan tindak pidana berupa pengancaman dan pelanggaran Undang-Undang ITE, yang dilakukan pendukung pasangan DIAmi" tegasnya.

Pihaknya meminta Kepolisian mengusut dan memroses dugaan tindak pidana pengancaman dan pelanggaran Undang-Undang ITE hingga tuntas. Ashar diteror setelah foto bergambar dirinya sedang mengangkat satu jari bersama sejumlah kader Partai NasDem yang mendukung pasangan Munafri Arifuddin-Rahmatika dewi (Appi-Cicu) beredar di grup WhatsApp.

Foto itu pun menyulut emosi para penghuni grup Whatsapp GR2M. Bahkan nada ancaman teror mulai dihembuskan. Salah satunya berasal dari anggota grup. "Bagaimana kita culik saja," komentar Muh Syarif dalam grup itu.

Tidak sampai disitu saja, ancaman Syarif kemudian diaminkan oknum lain dari grup tersebut dengan teror yang lebih ekstrim. "Kalau perlu ambil hpnya dan bakar dia," timpal Nur Hasan.

Atas aksi teror ini, Ashar mengaku nyawanya sudah terancam. "Saya tidak tahu tiba- tiba ada foto saya beredar dan saya diancam, mungkin saya dituduh tidak pro ke walikota, karena di grup itu kumpulan RT/RW se Kota Makassar," keluhnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya