Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Wiranto Belum Ambil Sikap Soal Konflik Internal Hanura

Golda Eksa
15/1/2018 15:33
Wiranto Belum Ambil Sikap Soal Konflik Internal Hanura
(ADAM DWI)

KETUA Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto belum mengambil sikap terkait konflik yang terjadi di internal partai. Saat ini jajaran dewan pembina, dewan pakar, dan dewan penasihat Hanura masih mengumpulkan informasi utuh sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Menurut dia, gejolak yang terjadi di internal partai politik manapun merupakan hal yang biasa. Namun, sambung dia, disarankan agar pelbagai persoalan yang timbul, seperti adanya rasa kurang puas serta sesuatu yang dianggap kurang tepat, sedianya dapat diselesaikan melalui mekanisme sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

"Saya sebagai dewan pembina akan melihat dan kemudian memberikan sikap ini bagaimana menyelesaikannya, kan begitu. Tidak usah kita ributkan, tidak usah kita khawatirkan karena akan dilaksanakan dengan baik," ujar Wiranto kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (15/1).

Saat ini permasalahan internal, termasuk mosi tidak percaya hingga pemecatan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) sedang dibahas oleh DPP Hanura. Mosi tidak percaya itu merupakan permintaan dari sejumlah kader di level DPD dan DPC yang menilai OSO telah melanggar AD/ART dengan memecat 6 pengurus DPD Hanura secara serampangan. Baca juga: Aklamasi, OSO DIpecat Sebagai Ketum Partai Hanura

Menurut Wiranto, Partai Hanura merupakan parpol yang sejak awal didesain untuk selalu memenuhi hasrat politik melalui mekanisme AD/ART. "Pak Oso pun saat duduk sebagai Ketum Partai Hanura melalui mekanisme yang berdasarkan AD/ART, sehingga kinerja beliau pun harus sesuai AD/ART."

Ia berharap persoalan yang terjadi di internal dapat diselesaikan secara internal agar nantinya Partai Hanura tetap eksis, tidak bermasalah, dan lain sebagainya. Wiranto menekankan apabila internal partai menemukan adanya penyimpangan, maka langkah terbaik ialah dengan meluruskannya ketimbang diperbincangkan hingga ke luar partai. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya