Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Gerindra Tolak Deddy Mizwar

Bayu Anggoro
09/12/2017 06:46
Gerindra Tolak Deddy Mizwar
(ANTARA/M AGUNG RAJASA)

PARTAI Gerindra membujuk PKS dan PAN meninggalkan Deddy Mizwar pada Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018. Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat Mulyadi menegaskan pihaknya memilih Sudrajat sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018.

“Awalnya memang Partai Gerindra mengusung Pak Demiz­ (Deddy Mizwar). Namun, karena dia tidak mau menjadi kader, ya kita ganti. Ini pun sesuai dengan instruksi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto,” kata Mulya­di saat dihubungi di Bandung, kemarin (Jumat, /12).

Partai politik bisa mengusung calon Gubernur Jawa Barat bila memiliki 20% jumlah kursi di DPRD Jawa Barat, yakni sebanyak 20 kursi. Dalam hal ini, hanya PDI Perjuangan yang bisa mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi.

Berdasarkan Pemilu 2014, Gerindra memiliki 11 kursi, PKS 12 kursi, dan PAN 4 kursi DPRD. Bila PAN dan PKS berke­ras pada pilihan semula, Deddy yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat tetap tidak akan bisa dicalonkan karena jumlah kursi kedua partai politik tersebut hanya 16.

Mulyadi optimistis PKS dan PAN akan bergabung dan menjalin koalisi demi berjaya di Tatar Priangan. Pasalnya, ketiga partai memiliki kedekat­an yang sangat erat mulai tingkat pusat hingga ke daerah. Gerin­dra tidak bisa sendiri mengusung calon.

“Saya optimistis Gerindra bersama PKS dan PAN akan tergabung dalam koalisi yang sama. Kita fokus pada upaya koalisi. Apalagi, kami membebaskan siapa saja wakilnya jika mau bergabung. Di Hambalang, Sabtu (hari) ini akan dipastikan (pencalonan Sudrajat),” lanjutnya.

Mulyadi memuji Sudrajat sebagai sosok yang tepat untuk menjadi pemimpin Jawa Barat menggantikan Ahmad Heryawan. Sudrajat merupakan putra asli Jawa Barat yang cemerlang dan diyakini mampu membawa perubahan ke arah positif jika terpilih.

“(Sudrajat merupakan) mantan Pangkostrad, Danjen Kopassus. Ahli strategi, teritori. Jadi, Pak Prabowo punya pandangan luas dalam memilih,” lanjut Mulyadi.

Mayor Jenderal (Purn) Sudrajat memang pernah menjabat posisi penting selama masih aktif menjadi perwira TNI. Ia pun pernah menjadi ketua Ormas Nasional Demokrat Jawa Barat. Tidak hanya itu, Sudrajat merupakan CEO Susi Air setelah Susi Pudjiastuti menjadi menteri perikanan.

Janji Emil
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang juga calon Gubernur Jawa Barat akan segera bertemu dengan partai koalisi terkait pemilihan calon wakil gubernur. “Secepatnya pertemuan dilakukan. Minggu depan,” kata Emil di Bandung, kemarin.

Emil masih belum menentukan calon pendampingnya karena partai pendukung seperti Golkar, PPP, dan PKB, menyodorkan nama calon wakil gubernur. Dinamika terbaru, PPP mengancam mencabut dukungan bila Emil tidak menggandeng Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

“Saya akan terus menjaga komunikasi dengan partai pendukung mengingat situasi yang serba belum pasti. Yang diperlukan ialah kesepahaman agar semua partai pendukung merasa nyaman. Terkait konvensi, itu dilakukan agar pemilihan calon wakil dari segala dimensi,” cetus Emil. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya