Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Senjata KKB Diduga dari Luar Negeri

25/11/2017 14:28
Senjata KKB Diduga dari Luar Negeri
(ANTARA/Muhammad Adimaja)

MARKAS Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) masih menelusuri sumber senjata yang dimiliki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Senjata yang dimiliki KKB itu dipastikan berasal dari selundupan luar negeri dan rampasan anggota TNI/Polri yang tewas saat bertugas.

"Senjata dari mana saja sedang kami telusuri. Ada yang dari luar negeri dan ada juga dari anggota kami yang gugur," ujar Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/11).

Meskipun demikian, Rikwanto enggan merinci negara yang menjadi sumber senjata bagi KKB di Papua. Selain menggunakan senjata api, menurutnya, KKB juga melengkapi diri dengan senjata tradisional seperti panah dan senjata tajam lainnya.
Sebelumnya, dikabarkan KKB di Papua memegang sekitar 30 senjata api. Puluhan senpi itu disebut merupakan hasil rampasan dari personel TNI dan Polri.

Rikwanto juga menerangkan terkait kondisi keamanan di Tembagapura seusai operasi pembebasan sandera. Menurutnya, kondisi di kawasan tersebut sudah kondusif.

"Kami masih melakukan pengamanan agar tidak ada lagi gangguan keamanan," tutupnya.

Sebelumnya, Satgas dari tim gabungan TNI dan Polri telah berhasil membebaskan ratusan warga yang menjadi sandera KKB.

Sampai saat ini, personel TNI/Polri masih memburu sejumlah anggota KKB yang melarikan diri ke hutan.

Situasi yang belum benar-benar kondusif ini membuat Bupati Demak M Natsir baru akan memperbolehkan warganya kembali ke Tembagapura, Mimika, Papua, untuk menjadi buruh penambang emas setelah kondisi aman.

Pemerintah Kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tengah bahkan berjanji memberikan latihan keterampilan jika mereka tidak ingin kembali.

"Alhamdulillah sekarang mereka sudah pulang dan dapat berkumpul dengan keluarga, kita akan larang mereka kembali ke Papua jika kondisi di sana belum benar-benar aman," kata Natsir.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia di Demak, kemarin, suasana sukacita masih terasa bagi warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota, Demak, setelah 38 warganya dipulangkan ke kampung halaman seusai dibebaskan tim gabungan TNI dan Polri dalam drama penyanderaan di Tembagapura, Mimika, Papua. (Mal/AS/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya