Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pantang Sombong meski Banyak Prestasi di Kantong

25/11/2017 16:00
Pantang Sombong meski Banyak Prestasi di Kantong
(ANTARA/Galih Pradipta)

SENYUM mengembang terpancar di wajah Lettu Inf Safrin Sihombing, 44, ketika turun dari Hercules C-130, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (24/11).

Safrin merupakan Kontingen TNI-AD yang mengikuti lomba tembak the ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-27 di Singapura.

Sembari memeluk sebuah piala tembak pistol putra, Safrin yang berkalungkan 5 medali emas berbagai kategori pun mengaku gembira dengan capaian prestasi tersebut.

Safrin telah mengikuti pelbagai ajang serupa sejak 2002 dan menyabet puluhan medali emas. Meski demikian, ayah tiga anak itu enggan menyombongkan diri.

"Prestasi ini ialah buah kerja keras dan latihan serius seluruh Kontingen Indonesia," ujarnya.

Selain mendapatkan sebuah piala dan lima medali emas, perwira pertama TNI-AD yang kesehariannya bertugas di Detasemen Khusus 81 Kopassus itu juga meraih Champions Individual.

Bahkan, Safrin kerap memberikan tips kepada petembak muda mengenai cara menghadapi lomba dan mempertahankan tradisi juara.

"Sebenarnya sudah banyak yang mampu, tapi dalam hal lomba tentu masih perlu banyak pembenahan," tambah penembak senior yang biasa turun di kategori pistol putra itu.

Sebagai contoh, sambung dia, AARM Singapura yang berlangsung selama 10 hari sejak 14 November ternyata sempat menyulitkan seluruh peserta.

Maklum, lomba yang biasanya dilaksanakan di luar ruangan ternyata harus dihelat di dalam ruangan yang pencahayaannya jauh lebih minim jika dibanding lomba dilakukan di luar ruangan.

Senada disampaikan Sertu Carlelis Manusama, 24, anggota Komando Daerah XVI/Pattimura yang turun dalam ajang lomba tembak materi pistol putri.

"Jadi, kita jangan asal maunya dapat hasil yang tinggi. Namanya prestasi, kan diraih dari awal," kata gadis asal Ambon yang meraih satu piala dan lima medali itu.

Dalam ajang itu, kontingen Indonesia menurunkan 37 petembak yang berasal dari Kopassus, Kostrad, Kodam II/Sriwijaya, Kodam VI/Mulawarman, Kodam XIV/Hasanuddin, Kodam XVI/Pattimura, dan Piadiku Kodiklat TNI-AD.

Dalam AARM ke-27 tahun ini, Indonesia berhasil memecahkan rekor baru ASEAN dengan perolehan 9 piala (tropi), 31 medali emas, 10 perak, 10 perunggu, serta keluar sebagai juara umum.

AARM ke-27 diikuti 10 negara, yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

"Kita akan terus berlatih lebih baik lagi, apa yang kita dapat saat ini tidak boleh menjadikan kita sombong," tandas Komandan Kontingen Indonesia Mayor Inf Nur Wahyudi. (Gol/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya