Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kasus Novel Temui Titik Terang

Golda Eksa
25/11/2017 12:11
Kasus Novel Temui Titik Terang
(MI/Susanto)

POLDA Metro Jaya merilis dua sketsa wajah orang yang diduga pelaku penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017 lalu.

"Dari hasil keterangan saksi sudah mengarah 90% bahwa dua gambar itu diduga terlibat penyiraman Novel," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan sejak ia dilantik menjadi kapolda, pihaknya sudah membentuk tim penyelidikan dan penyidikan berjumlah 167 orang.

Tim itu berasal dari lintas polres, polda, dan penyidik Mabes Polri.

"Kami juga dibantu Australian Federal Police. Juga dibantu Pusnafis Mabes Polri karena beberapa CCTV yang ada di TKP yang kami kumpulkan membutuhkan kerja sama dengan pihak luar negeri," jelas Idham.

Dalam penyelidikan kasus Novel, kata dia, pihaknya langsung diawasi Mabes Polri.

"Kemudian diaudit investigasi oleh Mabes Polri dengan tim mabes diketuai Kadiv Propam Polri, Irwasum, dan Bareskrim. Kenapa ada tim audit investigasi? Ini bermaksud untuk melihat, mengawasi, mengontrol apakah pelaksanaan penyelidikan oleh polda sudah on the track," tuturnya.

Selanjutnya, dalam proses penyelidikan kasus itu, sudah 66 saksi diperiksa.

"Dari beberapa saksi yang kami periksa dalam 2-3 bulan belakangan ini, informasinya mengerucut pada dua orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman terhadap korban," ujar Idham.

Ia pun menyatakan dua sketsa wajah yang diduga terlibat penyerangan Novel itu didapat dari informasi dua saksi.

"Yang pertama, ini informasi yang kita dapat dari saksi S. Kedua, kami dapat dari saksi SN."

Novel Baswedan disiram air keras oleh dua pengendara motor seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumah Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Mata Novel mengalami kerusakan sehingga harus menjalani perawatan dan operasi di Singapura sejak 12 April 2017.

Novel merupakan salah satu penyidik KPK yang antara lain menangani kasus megakorupsi terkait dengan pengadaan KTP elektronik (KTP-E).

Buka hotline

Berkenaan dengan hal itu, Polda Metro Jaya membuka hotline bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan atau identitas dua sketsa wajah tersebut agar disampaikan ke polisi.

"Kedua orang ini yang diduga terlibat di dalam penyiraman korban. Untuk itu, kami dari polda membuka hotline dengan nomor 081398844474. Selama 24 jam ada operatornya," jelas Idham.

Polda Metro Jaya, sambungnya, juga akan menyiapkan ruangan di Polda Metro untuk pengaduan masyarakat yang mempunyai informasi keberadaan atau identitas dua sketsa wajah itu.

"Ada ruang yang disiapkan sehingga kami berharap kerja sama dan bantuan masyarakat untuk memberikan informasi kepada jajaran polda atau kepada teman di KPK."

Kapolda Metro Jaya dan jajarannya, kemarin, menemui pimpinan KPK guna membahas penanganan kasus Novel.

Kapolda secara resmi menyampaikan surat meminta penyidik KPK bisa bekerja sama dengan penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus itu.

Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, kedatangan tim Polda Metro itu terkait dengan koordinasi penanganan kasus Novel.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan lembaganya terus berkomunikasi dengan Polri soal pengusutan kasus tersebut.

"Komunikasi informal sering sekali terjadi antara Kapolda, Kapolri, dan Wakapolri. Info terakhir, mereka menemukan beberapa clue pelaku," ucap Syarif. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya