Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jokowi Tunggu Surat Pengunduran Diri Khofifah

24/11/2017 10:00
Jokowi Tunggu Surat Pengunduran Diri Khofifah
(ANTARA/ZABUR KARURU)

PRESIDEN Joko Widodo mengaku belum menerima surat resmi pengunduran diri Khofifah Indar Parawansa dari jabatan menteri sosial.

"Suratnya belum sampai ke saya," kata Presiden setelah membuka Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin.

Penegasan itu disampaikan Jokowi saat ditanya mengenai diusungnya Khofifah oleh beberapa partai sebagai calon Gubernur Jawa Timur (Jatim).

Tercatat Partai Demokrat bersama Hanura, NasDem, Golkar, dan PPP berkoalisi mengusung menteri sosial tersebut.

Sejauh ini, Demokrat dan Golkar telah resmi mendeklarasikan dukungan terhadap Khofifah-Emil.

Jokowi menambahkan dirinya belum dapat berkomentar jika belum ada surat resmi yang disampaikan Khofifah.

"Saya belum bisa jawab sebelum beliau menyampaikan surat resmi kepada saya," katanya.

Khofifah diusung oleh sejumlah partai berdampingan dengan Emil Dardak menuju kursi Jatim-1 dan Jatim-2. Perempuan asal Surabaya itu pernah dua kali kalah bertarung dalam pemilihan Gubernur Jatim, yakni pada 2008 dan 2013.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno juga belum mengetahui surat pengunduran diri Khofifah.

"Sebentar, aku cek dulu," kata dia ketika ditemui di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, kemarin.

Sehari sebelumnya, Khofifah menyatakan akan segera mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo.

Hal itu ia sampaikan seusai menerima surat rekomendasi dukungan dari Golkar di Jakarta, Rabu (22/11) kemarin.

"Saya akan segera menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Presiden, bahwa amanat yang beliau percayakan sebagai menteri sosial, bahwa dari beberapa partai pengusung sudah memberikan rekomendasi tertulis, sudah bisa dijadikan prasyarat mendaftar ke KPUD," kata Khofifah.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Emil Dardak mengaku keputusan mendampingi Khofifah diambil setelah diminta langsung oleh para kiai sepuh serta Partai Demokrat dan Golkar.

"Sebelumnya saya malah tidak tahu sama sekali," kata Emil.

Emil mengaku sering ditanyai oleh istri dan ibu kandungnya terkait rencana bertarung di Pilgub Jatim. Akan tetapi, pernyataan tersebut selalu dijawab diplomatis karena memang belum ada penawaran dari pihak-pihak terkait.

Kata Emil, para kiai sepuh dan ibu nyai yang meminta langsung kesediaannya untuk maju mendampingi Khofifah telah melakukan penelaahan yang cukup kompleks.

"Saya justru tidak menyangka bahwa hasilnya benar saya (akhirnya) yang diminta. Kalau gosip iya, dari Anda (wartawan). Kadang-kadang malah lebih tahu kalian daripada saya," kata Emil. (AT/Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya