Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Warga Berlindung di Gereja dan Pos Koramil

Akhmad Safuan
18/11/2017 08:24
Warga Berlindung di Gereja dan Pos Koramil
(ANTARA/JEREMIAS RAHADAT)

ANGGOTA masyarakat yang menjadi sandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Desa Banti, Tembagapura, Papua, berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung di gereja dan se-buah bangunan bekas pos Koramil setempat.

"Meskipun tidak ada yang sampai dianiaya, kami selalu di bawah ancaman senjata oleh kelompok itu yang sesekali meletuskan tembakan ke udara," ungkap Budi Tikno, 26, salah seorang sandera yang baru saja dibebaskan tim gabungan TNI dan Polri, di tempat penampungan sementara kantor kerukunan keluarga Jawa di Timika, Papua, kepada Media Indonesia melalui sambungan telepon seluler, tadi malam.

Penyanderaan terhadap warga Kampung Kimbely dan Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, kata Budi, berlangsung cukup mencekam kare-na penuh ancaman dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam.

Selama penyanderaan yang berlangsung dua pekan, ujar pria yang mengaku sudah berada di Timika sejak 2013 itu, meskipun dibiarkan melakukan aktivitas, ia tidak bisa keluar dari desa. Akibatnya, mereka kekurangan makanan dan hanya makan nasi putih tanpa lauk. "Hanya wanita yang boleh keluar desa, itu pun di bawah pengawasan orang-orang bersenjata," jelasnya.

Para sandera yang berasal dari Jawa, kata dia, sebagian besar berusaha menyelamatkan diri dengan meminta perlindungan di sebuah gereja dan bekas pos Koramil.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, ucap Budi, pekerja pendulang emas yang berasal dari Jawa berjumlah 37 orang. Sejak kemarin, mereka sudah dapat menikmati makanan yang disediakan di tempat penampungan sementara.

Setelah pendataan selesai, lanjutnya, para pekerja itu berencana pulang ke Jawa karena masih trauma dengan peristiwa penyanderaan. "Pembebasan tadi (kemarin) berlangsung cepat, saya melihat kelompok orang bersenjata itu menyingkir di atas bukit dengan sesekali terdengar tembakan," ungkap Budi.

Sambut gembira

Di Jawa Tengah, warga Demak menyambut gembira keberhasilan operasi pembebasan sandera di Timika. Sebanyak 34 warga Desa Kedondong, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menjadi bagian dari sandera yang telah dibebaskan tim gabungan TNI dan Polri.

Pemantauan Media Indonesia, warga Desa Kedondong, Demak, tampak bergembira, khususnya keluarga dekat dari 34 warga yang dibebaskan di Papua. Mereka melakukan sujud syukur setelah Siti Zabaidah mendapat telepon langsung dari suaminya, Matias Widya Handida, yang mengabarkan ia selamat bersama 33 warga Demak lainnya yang dibebaskan tim gabungan.

"Suami saya dan para sandera yang selamat saat ini sudah berada di kamp setelah dibebaskan. Kami semua keluarga di Demak berterima kasih kepada pemerintah dan aparat keamanan," kata Siti.

Kepala Desa Kedondong, Sistianto Budi, mengaku bergembira atas pembebasan warganya dari tangan KKB. "Saya secara pribadi dan atas nama warga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan aparat keamanan, baik Polri maupun TNI yang telah membebaskan warga dari tangan penyandera," ucap Sistianto.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga menyambut gembira pembebasan tersebut. "Kita berterima kasih kepada aparat keamanan yang telah melakukan pembebasan para sandera." Selanjutnya, kata dia, Pemrov Jateng segera berkoordinasi dengan Pemkab Demak untuk memonitor perkembangan selanjutnya di Timika. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya