Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Menghilang, Novanto tak Beri Teladan sebagai Pemimpin

Thomas Harming Suwarta
16/11/2017 10:52
Menghilang, Novanto tak Beri Teladan sebagai Pemimpin
(MI/M. Irfan)

SETELAH menghilangnya Ketua DPR RI Setya Novanto saat hendak dijemput paksa oleh KPK pada Rabu malam (15/11), otomatis kursi Ketua DPR RI dan Ketua Umum Golkar yang dijabat Novanto menjadi kosong.

Demikian ditegaskan oleh Direktur Eksekutif EmrusCorner, Emrus Sihombing dalam keterangannya yang diterima Media Indonesia, Kamis (16/11).

"Dengan menghilangnya SN, bukankah jabatan Ketua DPR-RI dan Ketua Umum di GoLkar, menjadi kosong? Untuk itu, menurut saya, DPR-RI sangat urgent menyelenggarakan sidang istimewa khusus untuk memilih dan menentukan Ketua DPR-RI menggantikan SN," kata Emrus.

Hal yang sama, kata dia, sejatinya juga mesti dilakukan Golkar. "Ya Golkar harusnya sesegera mungkin melakukan munaslub untuk memilih dan menetapkan Ketum Golkar yang baru menggantikan posisi SN," sambungnya.

Menurut dia, mengganti jabatan Novanto sebagai Ketua DPR-RI dan Ketua Umum Golkar sangat penting. Sebab, menghilangnya Novanto setidaknya menunjukkan bahwa yang bersangkutan bukan pemimpin yang siap menghadapi seberat apapun persoalan, tidak menghormati proses hukum, merendahkan institusi hukum, dan tidak memberikan keteladanan sebagai pimpinan lembaga legislatif.

"Bahwa yang bersangkutan tidak memberikan pendidikan politik yang baik, sangat berpotensi menggerus citra dan elektabilitas Golkar serta dapat memperburuk penilaian publik terhadap lembaga legislatif kita," kata Emrus.

Dengan itu pula ia menyarankan agar Novanto segera menyerahkan diri kepada KPK. "Itu langkah yang lebih elegan menurut saya daripada harus digelandang sebagai buron, kan tidak elok," pungkas Emrus. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya