Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Golkar masih yakin kasus dugaan korupsi yang menimpa Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tak akan meruntuhkan elektabilitas partai. Survei terbaru, bahkan partai berlambang pohon beringin ini diklaim terus menanjak.
Hal tersebut disampaikan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham menanggapi komentar Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung. Sebelumnya, Akbar menyebut kasus Novanto yang terus disorot dalam pembeeintaan lantaran berseberangan dengan KPK berdampak langsung pada elektabilitas partai.
"Mungkin Pak Akbar belum dapat informasi hasil survei terbaru yang dilaksanakan dan belum dirilis," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/11).
Idrus memaparkan, hasil survei Partai Gokar berada pada angka 11% di akhir Oktober 2017, bahkan kemudian naik lagi hingga mencapai 13,8%. Dia bilang, masyarakat sudah paham dengan kondisi internal Partai Golkar yang tetap solid.
"Ternyata hasil survei itu naik, 13,8%, bulatkan katakanlah menjadi 14%. Jadi saya kira dukungan politik dalam dunia politik praktis itu cair, faktanya survei naik," paparnya.
Meski demikian, Idrus tetap menghormati peryataan Akbar yang dinilai punya rasa peduli yang sangat tinggi terhadap partai.
"Bilamana ada pernyataan Pak Akbar seperti itu ya sah-sah saja. Tapi kekhawatiran itu tidak sesuai dengan fakta yang ada, buktinya hasil survei justru naik, ini bukan survei internal tapi dari Lembaga Survei Indonesia," ucapnya.
Sebelumnya, Akbar Tandjung buka suara soal elektabilitas partai setelah kasus Novanto kembali mencuat. Tren partai dinilai terus merosot lantaran Novanto kembali menyandang status tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kita anggap terbaik untuk Golkar, termasuk perubahan dalam kepemimpinan. Karena pemimpin ini juga yang akan menentukan keberhasilan partai, dan pemimpin itu pun juga akan bisa mempengaruhi bagaimana opini publik terhadap partai," kata Akbar, Selasa (14/11).
Mengacu setiap hasil pemilu, lanjut Akbar, catatan suara Partai Golkar sejak awal reformasi hingga saat ini terus mengalami penurunan. Boleh jadi, kata Akbar, arah Partai Golkar bakalan terus terbenam hingga ke dasar bila tak kunjung dilakukan perubahan. (MTVN/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved