Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh meminta Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) untuk menjadi garda terdepan penangkal radikalisme.
Jangan sampai pikiran-pikiran besar dari para pendiri bangsa dirusak bangsa sendiri yang tidak ingin lagi menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa.
"Ini jadi konsen kita bersama bahwa ideologi bangsa kita adalah Pancasila, kabarkan dari sila 1 sampai 5. FKPPI harus jadi garda terdepan dari ancaman perpecahan bangsa dan radikalisasi," ujar Surya ketika menerima pengurus FKPPI di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Rabu (9/11).
Surya memandang partai politik bersama organisasi kemasyarakatan seperti FKPPI perlu melakukan pendekatan kepada generasi muda Indonesia, khususnya mahasiswa.
Pasalnya, saat ini banyak sekali ajaran radikal yang menyusup masuk ke lingkungan kampus lewat kedok organisasi agama.
Adanya peraturan tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK) dan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) yang melarang kegiatan politk kebangsaan masuk ke lingkungan kampus ditengarai menjadi salah satu penyebab mudahnya mahasiswa menerima ajaran radikalisme di lingkungan kampus.
"Kampus diatur organisasi gelap dan radikalisme banyak tumbuh di sana. NasDem menyarankan FKPPI bisa mencabut itu aturan NKK/BKK dengan bertemu langsung kepada Presiden," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Surya juga mengundang FKPPI dapat hadir dalam acara apel Garda Pemuda NasDem yang akan berlangsung di JI-Expo Kemayoran pada 14 November mendatang.
Acara tersebut direncanakan akan diikuti 12 ribu kader muda NasDem.
Dalam mewakili FKPPI, pada kesempatan yang sama Kepala Badan Bela Negara FKPPI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengamini seluruh perkataan Surya. Bamsoet melanjutkan bahwa politik FKPPI ialah politik kenegaraan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
"Apa pun keputusan pemerintah dan negara kita wajib mengamankannya, termasuk salah satunya Perpu Ormas," tegas Bamsoet yang juga menjabat Ketua Komisi III DPR RI.
Soal maraknya ajaran radikalisme di lingkungan kampus, Bamsoet mengungkapkan keberadaan parpol dan ormas kebangsaan dapat menangkal ajaran-ajaran radikal yang selama ini menyusup lewat kegiatan keagamaan. (Uta/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved