Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Lafran Pane akan Jadi Pahlawan

Christian Dior S
04/11/2017 12:15
Lafran Pane akan Jadi Pahlawan
(ANTARA/ROSA PANGGABEAN)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) setuju pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lafran Pane diangkat menjadi pahlawan nasional.

Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) Mahfud MD pun mengakui Jokowi bakal mengumumkan penetapan Lafran sebagai pahlawan nasional.

"Tadi Pak Presiden (bilang) Profesor Lafran Pane itu memang layak menjadi pahlawan nasional. Dan Insya Allah pada 9 atau 10 bulan November ini, Presiden akan menganugerahkan gelar ke Lafran Pane sebagai pahlawan nasional," ujar Mahfud seusai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Lafran mendirikan HMI di Yogyakarta pada 5 Februari 1947.

Selain aktif di berbagai kegiatan politik, Lafran juga mengajar di sejumlah perguruan tinggi semisal, UGM, IKIP, dan IAIN Yogyakarta.

Lafran meninggal pada tanggal 24 Januari 1991.

Mahfud mengatakan pengajuan Lafran menjadi pahlawan nasional sudah diuji oleh 27 perguruan tinggi di Indonesia.

"Kami sebenarnya sudah lama mengusulkan ke presiden, sudah sejak dua tahun lalu. Mudah-mudahan segera."

Nama Lafran juga sempat disebut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).

Khofifah mengatakan Lafran merupakan salah satu kandidat yang diusulkan bersama Gus Dur menjadi pahlawan nasional.

Selain itu, dalam pertemuan itu, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) juga meminta wejangan dari presiden untuk pengurus KAHMI.

"Kami mengucapkan sangat terima kasih atas waktu yang disediakan pada sore hari ini. Sudah sejak lama kami mengimpikan ingin bertemu dengan Bapak secara resmi untuk menyampaikan perkenalan tentunya. Kedua, ingin mendengar pesan seberapa pun singkatnya kalau dari seorang Presiden tentu akan sangat berharga bagi kami," kata imbuh Mahfud MD.

Pengurus KAHMI yang datang dalam pertemuan ini ada sekitar 50 orang.

Antara lain, Ketua Majelis Penasehat Majelis Nasional KAHMI Akbar Tandjung, Presidium Majelis Nasional KAHMI Viva Yoga, serta Reni Marlinawati.

Mahfud mengatakan, pihaknya sudah tiga kali berusaha bertemu Presiden. Dan, akhirnya terealisasi.

Sebelumnya, pertemuan kerap urung terjadi karena kesibukan Presiden.

Ia pun bersyukur pertemuan akhirnya terwujud.

Dalam kesempatan ini, ia pun melaporkan pelaksanaan Majelis Nasional KAHMI, pada November 2017.

"KAHMI akan segera mengadakan Munas berikutnya karena kepengurusan sekarang sudah persis lima tahun pada November ini."

Temui PGPI
Kemarin seusai meresmikan jalan tol Bekasi-Cawang-Kmapung Melayu (Becakayu), presiden juga menerima Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) yang diketuai Jacob Nahuway di Istana Merdeka.

Turut hadir mendampingi presiden dalam pertemuan itu Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Jacob Nahuway yang memberikan keterangan seusai pertemuan itu, menyampaikan bahwa maksud kedatangan mereka ialah untuk menyatakan dukungannya terhadap program-program pemerintah yang sedang berjalan.

"Kami menyatakan visi kami bahwa kami mendukung segala program pemerintah dan menteri-menterinya untuk mengerjakan hal-hal yang kami anggap sudah luar biasa," katanya. (P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya