Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN Indonesia-sentris yang diusung Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapatkan apresiasi publik. Pasalnya manfaat corak pembangunan Indonesia yang tengah berjalan dinilai mulai dirasakan mayoritas publik.
Hal itu dikemukakan Direktur Populi Center Usep S Ahyar saat memaparkan hasil survei lembaga itu di Jakarta, kemarin.
Menurut Populi Center, ada kepuasan yang tergambar dalam tingkat dukungan publik terhadap pembangunan tol lintas laut sebesar 77,5% responden, rel kereta api di Sulawesi didukung 73,6%, sedangkan pembangunan trans-Papua didukung 75,8% responden.
“Ini menunjukkan pembangunan Indonesia-sentris terasa di masyarakat karena perbandingan angka yang merasa puas dan tinggal di Pulau Jawa berimbang dengan di luar Pulau Jawa. Kepuasan masyarakat menjadi indikator bahwa pembangunan sudah terasa di tengah masyarakat Indonesia,” papar Usep.
Kebijakan Jokowi-JK yang dirasa paling bermanfaat untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat ialah pembagian sejumlah kartu, seperti kartu Indonesia pintar (KIP), kartu Indonesia sehat (KIS), dan kartu Indonesia sejahtera (KIS).
Sebesar 50,7% responden merasa pembagian kartu-kartu itu membawa manfaat bagi peningkatan kualitas hidup mereka.
Usep menambahkan, sebanyak 67,1% responden merasa kondisi perekonomian lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu.
“Hal ini terkonfirmasi dari temuan 68,4% yang menganggap kondisi ekonomi keluarga atau ekonomi pribadi lebih baik,” ujarnya.
Namun, pemerintah memiliki pekerjaan rumah, yakni memperbaiki harga kebutuhan pokok yang masih tinggi, terutama di luar Pulau Jawa, sebab dari penelitian yang dilakukan sebanyak 18,5% merasa harga bahan pokok masih tinggi. Selain itu, pemerintah juga perlu menekan tingkat pengangguran. Sebanyak 15,7% responden menilai jumlah pengangguran masih tinggi.
Elektabilitas
Kepuasan terhadap corak pembangunan Indonesia-sentris dilaporkan juga berbanding lurus terhadap apresiasi atas kinerja pemerintah. Sebanyak 62% masyarakat dikatakan puas akan kinerja Jokowi-JK selama tiga tahun, sedangkan responden yang menyatakan tidak puas dalam survei itu dilaporkan sebesar 35,1%.
Kepuasan masyarakat di Jawa dan luar Jawa pun oleh Populi Center dideskripsikan seimbang. Sebanyak 62,3% responden, menurut Populi, mengaku puas dengan kinerja pemerintah. Hal itu tecermin pada tingkat kepuasaan responden di luar Jawa yang dinyatakan mencapai angka 61,7 %.
Hal itu, oleh Usep, dikatakan menjadi modal berharga bagi Presiden Jokowi untuk kembali bertarung pada Pemilihan Presiden 2019. Apalagi, elektabilitas Jokowi, menurut paparan hasil survei itu, pun relatif stabil di angka 49,4%, disusul Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pada posisi ketiga ada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan elektabilitas 2,0%.
Dalam posisi head to head antara Jokowi dan Prabowo, survei itu melaporkan 56,7% responden memilih Jokowi, sedangkan yang menjagokan Prabowo dinyatakan sebesar 31,9%. Sebanyak 11,3% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Menurut Usep, Pilpres 2014 diprediksi kembali menyuguhkan pertarungan klasik antara Jokowi dan Prabowo.
“Dalam konteks Pilpres 2019, masih pertarungan yang lama Jokowi dan Prabowo. Mungkin ada Gatot dan Anies (Baswedan), tetapi angkanya terlampau kecil,” papar Usep. (X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved