Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
NAMA Presiden ke-4 RI Abdurrahmad Wahid atau Gus Dur diusulkan untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Namun, pemerintah melalui berbagai pertimbangan mengutamakan tokoh-tokoh nasional abad ke-17 dan abad ke-18.
“Ya ada (nama Gus Dur diusulkan), ini selalu diusulkan setiap tahun, tapi ini kan masih ada tokoh-tokoh lain yang abad ke-17, ke-18,” kata Wakil Ketua Dewan Gelar Jimly Asshiddiqie di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Menurut Jimly, Gus Dur bukan tidak layak diberi gelar pahlawan nasional. Ia pun menegaskan Gus Dur telah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk menjadi pahlawan nasional.
Akan tetapi, gelar tersebut masih terlalu cepat bila diberikan saat ini, sedangkan masih banyak tokoh yang lebih lama meninggal dunia dan hingga saat ini belum diberikan gelar pahlawan nasional. Gus Dur sendiri meninggal dunia pada 2009.
“(Gus Dur) Bukannya tidak memenuhi syarat dan tidak layak, ini kita memilihnya dengan prasangka baik dan buruk. Maka ini masih perlu diendapkan. Istilah kasarnya ‘kuburannya masih basah’,” terang Jimly.
Ketua Dewan Gelar Ryamizard Ryacudu mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah memutuskan akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada tiga tokoh pada tahun ini. Mereka berasal dari Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.
Dari Aceh ialah Malahayati. Ia merupakan seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Kemudian, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau. Ia pejuang yang konsisten dan pantang menyerah terhadap penjajah Belanda semasa hidupnya.
Terakhir, KH Muhammad Zainuddin Abdul Majid dari NTB. Ia merupakan pendiri Nahdlatul Wathan. (MTVN/Pol/P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved