Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Golkar saat ini tengah melakukan finalisasi apakah akan menetapkan dukungan terhadap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 atau tidak.
Bendahara Umum DPP Robert J Kardinal menyebut jika nanti survei tertinggi partai memunculkan nama Ridwan Kamil, maka pria yang akrab disapa Kang Emil itu yang akan diusung oleh Golkar.
"Ini lagi proses. Kalau survei memang Ridwan Kamil tertinggi, Golkar bisa mendukung Ridwan Kamil. Tapi kalau bedanya cuma 1%-2%, kita pilih kader," ujar Robert di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/10).
Lebih lanjut, pihaknya menjamin tidak akan muncul masalah jika partainya tak jadi mengusung Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi. Menurut dia, siapa calon yang akan didukung pasti merujuk pada aspirasi rakyat dan elektabilitas.
"Mudah-mudahan dalam minggu ini bisa. Nanti akan dirapatkan," pungkasnya.
Sekadar mengingatkan, pada September 2017 lalu, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengakui tingginya elektabilitas yang dimiliki Ridwan Kamil. Partai Golkar bahkan pernah melakukan simulasi menggandengkan Ridwan dengan Dedi Mulyadi yang merupakan kadernya.
Idrus menjelaskan, ada tiga jawara di Jawa Barat. Tiga nama itu dipimpin Ridwan Kamil, yang kemudian diikuti Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.
"Pernah suatu ketika kita mensimulasikan RK dengan Dedi Mulyadi, tapi rupanya opsi ini enggak sampai pada sebuah kesepakatan," kata Idrus di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (22/9). (MTVN/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved