Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
JABATAN Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR yang diduduki Setya Novanto sempat goyang saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).
Kini, Setya bahkan tak bisa menjalankan peran optimal pada dua posisi itu karena, menurut kolega-koleganya, tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ia dikabarkan menderita komplikasi, vertigo, gangguan ginjal, dan gangguan jantung.
Setya pun tak bisa memenuhi dua kali panggilan KPK terkait kasus yang menjeratnya. Sejumlah pendapat muncul, Setya disarankan mundur dari posisi yang tengah diemban untuk fokus kepada kasus hukum dan proses penyembuhan kesehatan.
Namun, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham tak setuju dengan pendapat itu.
"Semua orang hidup itu masih punya harapan, masa pak Novanto tidak boleh punya harapan, punya harapan sembuh, punya harapan masalahnya selesai," jelas Idrus di DPP Partai Golkar,Slipi, Jakarta, Senin (18/9).
Idrus yakin, Setya bisa menjalani proses itu dengan lancar. Ia menjamin, Setya akan bersikap kooperatif pada proses hukum yang ada. "Karena Pak Novanto selalu menyampaikan menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK," jelas Idrus.
Saat ditanya mengenai kondisi Setya yang tak efektif menjalankan peran sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR, Idrus tetap membela. Partai Golkar, tambah dia, tak serta merta mengganti pejabat mereka karena alasan sakit.
"Kan orang masih berobat, kalau berobat harapannya sembuh, apa semua orang sakit langsung diganti? Kan tidak, enggak usah ada dokter kalau begitu," tambah Idrus.
Idrus pun tak menghiraukan hasil survei dari beberapa lembaga yang memperlihatkan turunnya elektabilitas Partai Golkar. Kata dia, Partai Golkar akan melakukan survei internal dan membahas cara mengatasi masalah tersebut.
"Ini kan banyak pikiran-pikiran, karena banyak pikiran itu kita akan coba nanti bagaimana bisa kita atasi masalahnya," tegas Idrus.
Setya Novanto dilarikan ke rumah sakit karena pingsan saat bermain tenis meja. Setya awalnya dirawat di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta. Pada Senin (18/9) pagi, Setya dirujuk menjalani tindakan medis di Rumah Sakit Premier, Jatinegara. Tindakan medis tersebut diketahui berkaitan dengan jantungnya. (MTVN/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved