Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo hari ini kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto (SN) dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik. Ia diperiksa oleh penyidik KPK selama kurang lebih satu setengah jam di gedung KPK.
"Pertanyaannya hampir sama seperti yang ditanyakan ketika pemeriksaan (untuk) Andi Narogong. Karena saya tidak pernah kenal dengan mereka, hanya dengar cerita, jadi ya tidak ada yang baru," terang Ganjar seusai pemeriksaan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (5/9).
Ganjar menekankan SN sama sekali tidak pernah mendekati dirinya terkait dengan proses dari Proyek KTP-E. Ganjar menjelaskan bahwa ia hanya mengkonfirmasi dari BAP yang pernah ada.
Hari ini KPK juga memanggil sejumlah saksi untuk tersangka SN selain Ganjar, seperti politikus PDI P Arif Wibowo. Saksi lainnya yang dipanggil seperti Made Oka Masagung, Santoso Kartono dan Steven Tirtawidjaja yang merupakan karyawan swasta, dan Karna Brata Lesmana dari wiraswasta.
Selain itu penyidik KPK juga memeriksa seorang ibu rumah tangga, Ratna Sari Lubis yang merupakan istri dari politisi golkar, Chairuman Harahap.
Juru Bicara Febri menjelaskan untuk kasus KTP-E saat ini penyidik memang sedang memeriksa pihak-pihak swasta. Di antara nama-nama tersebut terdapat beberapa nama baru.
"Penyidik mulai lebih jauh menggunakan pendekatan follow the money, dimana kita bisa lebih melihat terkait transaksi keuangan yang diduga terkait dengan kasus KTP-E," terang Febri.
Penyidik terus menelusuri secara konsisten terkait aliran dana dari kerugian keuangan negara sekitar Rp2,3 triliun tersebut. Selain itu persoalan aset juga menjadi salah satu perhatian dari para penyidik KPK.
"Dari beberapa penggeledahan dan penyitaan barang bukti elektronik komunikasi- komunikasi yang ada, kami telah mendapatkan info yang baru. Jadi kami mulai mendapatkan info yang lebih kuat," pungkas Febri. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved