Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengakui pada 2014 memang tidak mendukung Presiden Joko Widodo. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Jokowi yang menggenjot pembangunan infrastruktur.
"Waktu 2014 memang saya tidak dukung Jokowi. Pada waktu sebelum beliau dilantik memanggil saya di Teuku Umar minta Golkar masuk dalam kabinet. Tapi saya sampaikan, biarlah Pak, kita sumbang pemikiran kita dari luar," ujar Aburizal dalam diskusi soft launching buku Keutamaan Jokowi karya Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/8).
Ia melanjutkan, setelah kabinet terbentuk ternyata Jokowi masih mau menerimanya meski bukan bagian dari pendukung pemerintah. Bahkan dengan Jokowi, sambung Aburizal, ia sempat berdiskusi banyak.
"Saya kaget luar biasa, satu ketegasan beliau untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Harus diapresiasi. Maka saya heran ketika ada komentar DPR yang mempertanyakan kenapa membiarkan anggaran infrastruktur besar. Bagi saya, pembangunan infrastruktur adalah kunci keberhasilan Indonesia," tegasnya.
Menurutnya, setiap orang punya kelemahan dan kelebihan. Begitu pula dengan Presiden Jokowi. Ia berharap publik tidak menyoroti setiap kelemahan orang, melainkan harus mengapresiasi apa yang telah dilakukannya.
"Kenapa kita harus bicara kelemahannya saja kalau kekuatan lebih besar dari kelemahan, itu yang ditulis Idrus. Buat saya, saya tidak peduli sebelum 2014 saya tidak dukung Jokowi. Saya juga sempat sedih saat saya ketua umum, tiba-tiba (Golkar) pecah dan ada pengakuan pada kelompok lain. Tapi saya kira seorang pemimpin yang berhasil membuat satu suara di DPR dari 30% jadi 70%, menurut saya dia achieve," paparnya.
Ia menitipkan pada Jokowi untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dan ketimpangan. Sebab banyak yang mempertanyakan kenapa pertumbuhan berada di atas 5% tapi kemiskinan bertambah.
"Titipan saya pada Jokowi bagaimana kita selesaikan masalah kemiskinan dan ketimpangan, itu yang harus kita pikirkan bersama sebagai sebuah bangsa," pungkasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved