Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Di Depan Pansus, Direktur Penyidikan KPK Bantah Kenal Anggota DPR

Astri Novaria
29/8/2017 21:51
Di Depan Pansus, Direktur Penyidikan KPK Bantah Kenal Anggota DPR
(MI/Susanto)

PANITIA Khusus (Pansus) Hak Angket KPK mengundang Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aries Budiman. Nama Aries santer dikaitkan dengan persidangan keterangan palsu, Miryam S Haryani yang disebut bertemu dengan sejumlah anggota DPR untuk mengamankan kasus proyek KTP elektronik yang tengah diproses di KPK.

"Dalam pemberitaan itu terkait pertemuan saudara bersama anggota Komisi III DPR nanti tolong disampaikan apa adanya. Kebetulan juga sebagian besar anggota pansus ini adalah anggota Komisi III," ujar Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Masinton Pasaribu di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (29/8).

Saat diberi kesempatan untuk menanggapi, Aries menjelaskan kehadirannya dalam rapat bersama Pansus Angket KPK karena atas nama pribadi sekaligus juga sebagai perwira Polri yang ditugaskan di KPK selaku Direktur Penyidikan KPK.

Sebelum menjawab, Aries menceritakan tentang dirinya dan juga tentang perjalanan kariernya secara singkat dihadapan Pansus Angket KPK. Salah satu yang membanggakan adalah penangkapan terpidana Wisma Atlet M Nazaruddin di Kolombia beberapa tahun lalu.

"Kalau bapak tahu bagaimana anggota kami bekerja di lapangan kaki di kepala, kepala di kaki. Anggota-anggota kami diceraikan istrinya, sakit liver, meninggal ditembak, dan berbagai macam penyakit yang ada pada mereka. InsyaAllah saya terhormat. Tuduhan-tuduhan kepada saya, saya katakan tidak ada satupun anggota DPR yang saya kenal," tegasnya.

Ia juga tegas membantah isu bahwa dirinya bertemu dengan anggota DPR untuk mengamankan kasus. Sebelumnya memang sempat ada rumor bahwa kedatangan Aries ke Pansus tanpa sepengetahuan pimpinan KPK sehingga ia dispekulasikan ingin mengamankan kasus.

Aries mengaku satu-satunya anggota DPR Komisi III yang ia tahu adalah Wenny Warouw yang pernah menjadi pimpinannya di Polri. Ia menyebut selama ini pertemuannya dengan Komisi III hanya dalam forum resmi seperti rapat kerja.

Aries juga membantah telah menerima duit Rp2 miliar untuk mengamankan kasus KTP-E. Hal tersebut juga terungkap dalam persidangan keterangan palsu Miryam S Haryani. Menurutnya, siapapun pihak yang menuding hal itu padanya punya agenda tertentu kepadanya maupun ke KPK dan Polri tempatnya berdinas.

"Tuduhan terima Rp2 miliar, bagi saya itu luar biasa ingin menghancurkan karakter saya. Luar biasa menurut saya. Kalau saya mau terima, saya pernah ditawarkan lebih dari itu. Insya Allah tidak pernah saya lakukan hal seperti itu apalagi di tempat kami berdinas sekarang. Saya hanya menjaga kehormatan KPK. Kita punya harapan di KPK," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya