Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Kunker ke Polandia Komisi V DPR-RI Pelajari Transportasi Modern Alternatif

MICOM
25/8/2017 16:20
Kunker ke Polandia Komisi V DPR-RI Pelajari Transportasi Modern Alternatif
(Ist)

KOMISI V DPR·RI melakukan kunjungan kerja ke Polandia dalam upaya mencari alternatif maupun peluang pemanfaatan teknologi industri transportasi dan manajemen transportasi. Kunjungan yang berlangsung dari 23-25 Agustus tersebut hasilnya diharapkan dapat sebagai hal yang positif dalam upaya pembenahan dan modernisasi sektor transportasi di Indonesia.

Selama kunjungan kerja ke Polandia delegasi Komisi V DPR-RI telah menyusun sejumlah
agenda kunjungan lapangan bersama Kedutaan Besar RI Warsawa yang meliputi pertemuan
dengan Ursus, perusahaan manufaktur bis kota yang memakai bahan bakar asal fosil fuel
maupun hybrid dan full listrik.

Delegasi juga bertemu dengan wakil Menteri Ekonomi Maritim, Otoritas Pelabuhan Gdansk dan Direksi industri galangan kapal terbesar di Polandia, Remontowa.

Dalam pertemuan pertama dengan Wakil Presiden perusahaan Ursus, Delegasi Komisi V
DPR-RI mendapatkan penjelasan mengenai Ursus, sebagai salah satu perusahaan tertua
Polandia yang berpengalaman 120 tahun dalam produksi berbagai jenis bus dan alat
pertanian.

Di hadapan delegasi Komisi V DPR-RI, Ursus menyampaikan keinginan kuatnya
untuk masuk ke pasar Indonesia. Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang
menyepakati Paris Climate Environment Agreement, Ursus menawarkan bus full electric
maupun hybrid yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, hal mana disambut
antosias oleh seluruh anggota Dewan yang hadir. Atas persyaratan yang diajukan anggota
delegasi, Ursus juga menyampaikan kesiapan untuk berinvestasi dan alih teknologi dengan
mitra dari Indonesia.

Pada awal pertemuan Dubes RI Warsawa Peter F. Gontha menjelaskan mengenai potensi
Polandia. Selama ini potensi Polandia terutama di sektor industri transportasi belum dikenal
oleh para pemangku kepentingan di Indonesia.

Melalui kujungan ini diharapkan DPR-RI dapat menyampaikan sejumlah potensi dan peluang kerja sama yang ada di Polandia kepada pihak-pihak pengambil keputusan di Indonesia, swasta maupun pemerintah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa barang dan teknologi yang ditawarkan Polandia dari segi harga lebih murah dibandingkan teknologi serupa dari negara-negara maju lainnya dan memiliki kualitas sangat baik sesuai standar kesepakatan Uni Eropa.

Menurut ketua delegasi, yang juga adalah Wakil Ketua Komisi V DPR, Michael Watimena dan
Lazarus Msc, peningkatan kerja sama dengan Polandia saat ini merupakan momentum yang
tepat karena negara ini berkembang pesat di bidang ekonomi maupun penguasaan teknologi.

Posisi strategis Polandia yang berada di tengah Eropa dan kemajuan pembangunan infrastrukturnya juga berkontribusi besar bagi pertumbuhan dan pembangunan negara ini dan bisa dijadikan pusat konektivitas hubungan maritim Indonesia dengan Eropa tengah.

Bagi Indonesia, menurut Dubes Gontha, dengan posisi strategis tersebut Polandia dapat menjadi hub penting, bukan hanya ke kawasan Eropa Tengah tapi juga negara Skandinavia dan Baltic.

Untuk meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Polandia, Kedutaan Besar RI Warsawa mengharapkan terjadinya kerja sama antara Garuda Indonesia dan LOT Polish Airlines dalam rencana pembukaan penerbangan komersial reguler dan peningkatan turisme dari bagian Eropa tengah dan utara yang mempunyai pendapatan GDP per kapita tertinggi di dunia.

Kunjungan pada hari berikutnya dilakukan di kota pelabuhan Gdanks, yang berjarak sekitar
600 km dari ibukota Polandia, Warsawa, yang ditempuh dengan kereta cepat, "Pandolino",
dalam waktu 2 jam 40 menit.

Pengalaman ini, menurut anggota delegasi, dari Komisi V, yang membawahi bidang transportasi, adalah sangat penting, mengingat Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, pada saat ini sedang giat-giatnya membangun infrastruktur konektivitas.

Di Gdanks delegasi meninjau pembangunan pelabuhan yang sangat modern dengan perencanaan yang detil dimana pertanyaan mengenai dwelling time yang hanya 12 jam, menjadi pertanyaan utama anggota delegasi.

Kunjungan ke Galangan Kapal Remontowa, salah satu galangan kapal terbesar di Eropa, juga dilakukan dalam rangka mencari alternatif pembangunan kapal Ferry dan Roro untuk menunjang program pemerintah dalam meningkatkan hubungan antar pulau sejalan dengan Tol laut / Maritim yang menjadi prioritas pemerintah.

Kapten Sihombing, salah satu anggota delegasi yang sangat mengerti dan berpengalaman langsung dan paham dalam bidang dunia kemaritiman terkesan dengan kapabilitas teknis Remontowa. Menurut anggota Komisi V, ini adalah salah satu perjalanan dan pengalaman yang sangat mengesankan dan akan dijadikan masukan bagi pemerintah dalam membangun Indonesia yang memerlukan konektivitas terpadu.

Kontribusi terbesar terhadap PDB Polandia juga adalah sektor pertanian, industri, dan
pertambangan. Di bidang teknologi, negeri ini sudah mencatat kemajuan pesat.

Polandia memiliki pabrik baja, industri barang modal, industri alat berat, industri peralatan kesehatan, alat transportasi, perkapalan dan persenjataan.

Dengan luas wilayah seluas 312.679 km persegi, pertanian negeri ini maju pesat dan menjadi gudang agrikultur Eropa. Produk ekspor utama Polandia lainnya adalah mesin dan alat transportasi, barang produksi setengah jadi, aneka produk makanan dan makanan hewan ternak.(RO/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya