Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

RI Minta China Jangan Pamer Militer Dalam Kasus Laut China Selatan

Arnoldus Dhae
24/8/2017 15:22
RI Minta China Jangan Pamer Militer Dalam Kasus Laut China Selatan
(ANTARA)

MENTERI Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto meminta agar konflik Laut China Selatan bisa diselesaikan dengan cara non militer.

Hal itu disampaikan Wiranto usai membuka International Maritime Security Symposium (IMSS) Tahun 2017 yang dihadiri oleh perwakilan dari 43 negara dan 11 pejabat setingkat Kepala Staf Angkatan Laut negara anggota IONS (Samudra Hindia), di Nusa Dua Bali, Kamis (24/8).

Wiranto menegaskan, untuk masalah kawasan China atau Laut China Selatan, Indonesia sudah ada pendiriannya yang teguh. Pada kesempatan itu, Wiranto mengungkapkan bahwa dia baru saja melakukan lawatan kerjanya ke China untuk membahas penyelesaian konflik yang ada di Laut China Selatan.

Indonesia menurut Wiranto, selalu pada posisi mendorong agar penyelesaian Laut China selatan dari negara yang terlibat diselesaikan secara damai. Jangan ada satu ekspos, satu kegiatan pameran kekuatan yang bisa menyebabkan konflik lebih tajam.

"Kami senang China sudah setuju dengan negara berkonflik untuk perbaharui kode perilaku mengenai penyelesaian Laut China Selatan secara damai. Kalau mau pamer kekuatan militer, semua negara memiliki kekuatan militer masing-masing," ujarnya.

Ia pun meminta agar ide dan gagasan soal konflik di Laut China selatan juga menjadi topik bahasan dalam IMSS, sekalipun dalam IMSS kali ini tidak bisa mengambil keputusan soal konflik tersebut.

Wiranto meminta untuk hal-hal yang lebih teknis dalam kasus Laut China selatan silahkan dipertanyakan kepada KSAL yang juga hadir di IMSS tersebut. Dan mungkin nanti masalah ini akan dibicarakan di IMSS dengan semangat kedamaian dan persaudaraan.

Menurut Wiranto, bila sudah menyangkut SOP, itu ranahnya kerja sama antara angkatan laut antarnegara. Seluruh proses dan kode etiknya akan dilalui karena ini sudah menyangkut konflik antarnegara. "Itu ada prosesnya. Kodenya beda, sistem beda. Kalau nanti dihantam salah maka bisa dikatakan pamer kekuatan militer," ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi mengakui jika berbagai konflik wilayah laut antarnegara akan diselesaikan sesuai mekanisme yang ada. "Ada tataran yang harus kami patuhi karena mekanisme, ada tataran kebijakan, kebijakan operasional dan teknis operasional."

Menurut Ade dalam simposium ini diharapkan masalah regional dapat dibahas termasuk aspek kerja sama. "Kerja sama di level atas sudah, lalu bagaimana kerja sama di bawah. Ini yang kami pecahkan, bagaimana prosedur komunikasi, manuver, interaksi, program yang disusun dalam kegaiatan itu," ujarnya.

Ada beberapa contoh kasus dimana kerja sama antarnegara bisa diselesaikan dengan baik, seperti Indonesia dengan Vietnam. Bagaimana AL Indonesia mengatasi masalah perbatasan sehingga tidak timbul masalah di lapangan.

Untuk itu, Ade berharap forum resmi ini bisa jadi sharing ide dan penyempaian masalah karena untuk IMSS ketiga sesuai pendirian awal ini mencoba menggabungkan keanggotan IONS, angkatan laut di pesisir Samudera Hindia.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya