Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memotivasi semua anak bangsa untuk tidak takut berkompetisi karena dari kompetisi itu akan terpilih yang terbaik.
"Itulah dunia, memang harus bersaing, harus berkompetisi. Siapa yang muncul terbaik itulah yang dipilih," ujar Presiden Jokowi saat bersilaturahim dengan para pendukung acara Hari Ulang Tahun Ke-72 Republik Indonesia dan para teladan nasional di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/8).
Menurut Presiden, kompetisi tidak hanya dialami oleh masing-masing individu.
Presiden menyebut bahwa negara pun dituntut mampu untuk berkompetisi dengan negara-negara lainnya.
Perjuangan yang dilalui oleh putra-putri terbaik bangsa Indonesia hingga akhirnya mampu menjalankan tugasnya dengan baik saat Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai anggota Paskibraka merupakan gambaran terbaik bagi ketatnya sebuah kompetisi.
Untuk menjadi seorang anggota Paskibraka Nasional yang akan mengibarkan bendera Merah Putih di Istana Merdeka tiap tahunnya membutuhkan kemampuan dan keberanian untuk berkompetisi.
Para putra-putri dari masing-masing provinsi itu sebelumnya sudah harus bersaing ketat dengan yang lainnya mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga akhirnya menembus tingkat nasional.
Kepala Negara mengatakan bahwa itulah gambaran betapa kompetisi itu mau
tidak mau harus dihadapi. "Negara ini juga sama, berkompetisi dengan negara lain. Jangan dipikir negara kita ini tidak bersaing dengan negara lain. Yang bisa bekerja dengan cepat, memiliki reputasi dan prestasi yang baik, itulah yang akan mendapat kepercayaan dari internasional," kata Presiden Jokowi.
Oleh karena itu, kepada setiap anak bangsa, Presiden Jokowi menyerukan agar
mempersiapkan diri dan tidak takut untuk berkompetisi. Pemerintah juga akan
terus berbenah untuk dapat meningkatkan keunggulan dalam berkompetisi
dengan negara lainnya.
"Misalnya kemudahan berusaha. Dari 180-an negara, peringkat kita masih di
angka 91. Tidak jelek-jelek amat, tapi buat saya masih kurang," cerita
Presiden.
Sementara dalam "kompetisi" lainnya, Indonesia boleh sedikit berbangga.
Gallup World Poll merilis survei mengenai tingkat kepercayaan masyarakat
terhadap pemerintahnya yang menempatkan Indonesia berada di peringkat
pertama.
"Peringkat kita itu di posisi satu. Biasanya yang pegang nomor satu itu
Swiss. Ini sekarang nomor satu Indonesia, kemudian Swiss, India, dan
Luksemburg," kata Presiden Jokowi.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved