Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Para Presiden Indonesia Kompak Hadir di Hari Kemerdekaan Ke-72 RI

Nur Aivanni
17/8/2017 16:52
Para Presiden Indonesia Kompak Hadir di Hari Kemerdekaan Ke-72 RI
(ANTARA)

ADA yang berbeda dan sedap disaksikan dengan perayaan ulang tahun ke-72 Republik Indonesia kali ini. Selain ramai dan meriah lantaran para tamu undangan yang datang berbondong-bondong mengenakan pakaian adat, ternyata para Presiden Republik Indonesia terdahulu pun kompak hadir.

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi sang istri hadir pukul 09.06 WIB di Istana Merdeka. SBY yang mengenakan pakaian adat Palembang disambut oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

SBY pun didampingi oleh Ani Yudhoyono yang anggun dengan mengenakan kebaya merah. "Selamat Hari Kemerdekaan. Semoga pers Indonesia makin maju," ucapnya kepada para wartawan, Kamis (17/8).

Tak lama, sekitar pukul 09.13 WIB Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri hadir di Istana Merdeka dengan menaiki mobil golf. Megawati yang nampak anggun mengenakan kebaya emas berwarna kecokelatan didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Kemudian disusul oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie yang hadir pukul 09.25 WIB dengan mengenakan pakaian adat Bugis lengkap dengan senjata adatnya.

Saat acara dimulai, duduk SBY dan istri disamping Ketua DPR Setya Novanto dan istri. Sementara di baris sebelahnya, duduk Megawati yang diapit oleh BJ Habibie dan Ketua MPR Zulkifli Hasan serta istri.

Usai acara peringatan Hari Kemerdekaan, Presiden Joko Widodo mengajak Presiden ke-3 BJ Habibie, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono untuk foto bersama di Istana Merdeka.

SBY pun menyampaikan harapannya dalam rangka Peringatan HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI kepada wartawan. "Semoga bangsa Indonesia semakin bersatu. Kompak membangun negerinya bersama-sama. Insya Allah 2045 negara kita akan kuat, makin adil dan makin makmur," kata SBY usai acara ramah tamah di Istana Merdeka.

SBY mengungkapkan ada banyak hal yang dibicarakan saat ramah tamah tersebut. "Banyak, yang diobrolkan banyak," ucapnya. Namun, saat dicecar pertanyaan terkait bagaimana komunikasi dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri saat acara ramah tamah, SBY tidak menjawabnya.

Putra Sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, menilai kehadiran SBY yang pertama kali ini sebagai hal yang wajar. "Sesuatu kewajaran dalam arti beliau sebagai seorang putra terbaik bangsa, mantan presiden dan mendapatkan undangan untuk hadir juga di sini. Saya pikir kesempatan yang baik," terangnya.

Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy menyampaikan bahwa saat ramah tamah hanya bahasan ringan yang diperbincangkan. "Kita bahas yang ringan-ringan saja, saling mengucapkan selamat dan saya juga senang karena melihat rukunnya seluruh pemimpin bangsa," katanya.

Ia menilai jika setiap hari suasana kenegaraan para pemimpin bangsa seperti suasana hari kemerdekaan ini maka akan timbul kesejukan dan saling menyokong satu sama lain. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya