Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK menyangka. Itu lah ungkapan yang disampaikan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly saat mendapat hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo lantaran memakai pakaian adat yang terbaik dari seluruh tamu undangan yang hadir di hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.
Hadiah sepeda yang saat itu diberikan pun langsung dikayuh Yasonna yang mengenakan pakaian adat khas Nias Selatan yang didominasi warna merah di halaman Istana Merdeka. Pakaian adat tersebut juga pernah dikenakan Yasonna saat Hari Pancasila pada 1 Juni lalu. Tak sia-sia, kali ini Yasonna mengenakannya kembali dan mendapat hadiah sepeda dari Presiden RI ke-7.
"Suatu kehormatan besar saya bisa memakai kebesaran adat nias dan dapat penghargaan dari Presiden sebagai busana adat terbaik pada kesempatan ini. Ini kehormatan besar buat saya," kata Yasonna yang didampingi sang istri yang mengenakan pakaian adat Karo usai acara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/8).
Yasonna mengaku tidak tahu sama sekali terkait rencana presiden yang akan membagikan sepeda kepada tamu undangan. Nantinya, sepeda tersebut akan dimanfaatkan Politikus PDI Perjuangan itu untuk berolahraga dan bahkan akan disampan sampai anak cucu. "Itu berharga, tidak bisa dijual itu. Itu disimpan sampai anak cucu," ucapnya.
Hal senada pun diungkapkan oleh Ketua DPD Oesman Sapta Odang yang juga mendapat hadiah sepeda dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu. "Saya sendiri ngga tau. Surprise aja. Begitu sampai di situ, saya ngga nyangka bakalan dapat ini," ujar OSO sapaan akrabnya. Ia mengutarakan tidak sia-sia dirinya kali ini mengenakan pakaian khas Minangkabau asal Sumatra Barat.
OSO mengaku senang mendapat hadiah sepeda tersebut. Ia pun akan menyimpannya agar cucunya kelak bisa menggunakannya. "Itu sejarah. Itu bukan soal harganya. Tapi sejarah di 17 Agustus di Istana, saya dapat hadiah. Nanti sampai cucu saya bisa naik sepedanya," terangnya.
Selain Yasonna dan OSO, tiga tamu undangan lainnya yang mendapat hadiah sepeda, yakni Istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Tri Suswati yang mengenakan pakaian adat Papua, Asisten Ajudan Presiden Syarif Muhammad Fitriansyah yang mengenakan pakaian khas Dayak, Istri Wakil Ketua MPR Mahyudin, Agathi Sulie yang juga mengenakan pakaian khas Dayak.
Tak disangka, waktu menyapa para tamu undangan sebelum momen Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-72 RI dimanfaatkan Jokowi yang mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan untuk menjalankan perannya selaku juri dari sebuah kontes kecil yang disiapkannya.
Dengan diiringi lagu Mengejar Matahari oleh Penyanyi Ari Lasso, Jokowi mencermati siapa tamu undangan yang mampu tampil beda dengan pakaian adat yang dikenakan.
Untuk diketahui, bertindak sebagai juri dalam kontes kecil tersebut ialah Presiden Joko Widodo sendiri, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Ketiganya melakukan penilaian dengan tanpa diketahui sebelumnya.
Memang perayaan kali ini, Jokowi meminta kepada seluruh tamu undangan untuk mengenakan pakaian daerahnya masing-masing saat menghadiri peringatan kemederkaan ini. Dan memang tamu undangan pun unjuk gigi dengan pakaian khas yang dikenakannya.
Tampak Presiden RI ke-3 BJ Habibie mengenakan pakaian adat Bugis lengkap dengan senjata adatnya. Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mengenakan kebaya emas berwarna kecokelatan. Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mengenakan pakaian adat Palembang. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengenakan pakaian adat Riau. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengenakan pakaian adat Jawa. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved