Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Fahri Nilai Rekaman Pemeriksaan Miryam Diedit

Astri Novaria
15/8/2017 19:22
Fahri Nilai Rekaman Pemeriksaan Miryam Diedit
(MI/Susanto)

WAKIL Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani yang ditayangkan pada persidangan kasus KTP elektronik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin (14/8) sudah diedit dan telah dipotong beberapa bagiannya.

"Sudah diedit dan dipotong, gambarnya kabur, dia (KPK) bilang tidak terdengar. Bagaimana sebuah kantor yang gagah itu dibiayai mahal, banyak tidak jelasnya?" ujar Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (15/8).

Fahri mengaku saat pemutaran rekaman tersebut, dia menantikan ada omongan dari Miryam yang langsung menyebut ia ditekan anggota DPR. Namun, hal itu kata Fahri tidak ada. Hanya pernyataan langsung dari penyidik KPK Novel Baswedan.

"Katanya anggota DPR menekan Miryam, Kita kemarin menunggu mudah-mudahan ada video yang jelas menunjukan Miryam ditekan. Ternyata tidak ada," ujarnya.

Baca juga: Rekaman Miryam Mengonfirmasi Adanya Intimidasi Kolega

Masinton Datangi KPK Minta Klarifikasi Video Miryam

Fahri juga mempersoalkan soal ketidakjelasan gambar rerkamannya. Menurut dia CCTV resmi seharusnya menghasilkan gambar yang bagus. Tidak kabur seperti yang diputar KPK dalam persidangan. Oleh karena itu, Fahri menuding KPK selalu menyerang DPR setiap hari untuk menghancurkan kredibilitas DPR dengan rekaman CCTV itu.

"Itu kan bukan hasil sadapan, itu kan CCTV resmi lembaga. Anda memeriksa orang dengan CCTV resmi kenapa dia bisa kabur? Jadi KPK itu kerjanya tiap hari itu menyerang anggota DPR supaya kredibilitas hancur dan ini yang terjadi. Jadi dugaan saya KPK kerjaanya tiap hari ngancurin nama DPR. Kasus e-KTP ini bukti sempurna bahwa fiksi itu tidak benar," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya