Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Presiden Dorong Konsumsi Ikan Lewat Lomba Masak

Rudy Polycarpus
15/8/2017 18:35
Presiden Dorong Konsumsi Ikan Lewat Lomba Masak
(ANTARA)

SUASANA di halaman Istana Negara hari ini, Selasa (15/8) siang, tidak seperti hari-hari biasanya. Aromanya juga tiba-tiba khas, sedap mengundang selera makan. Di situ ternyata ada demo masak khusus dengan bahan ikan laut Nusantara.

Sebanyak sepuluh finalis lomba masak ikan Nusantara (LMIN) 2017, siang itu sengaja memasak untuk Presiden. Proses masak itu dilakukan tepatnya di halaman terbuka yang terletak antara Istana Merdeka dan Istana Negara, Jakarta. Mereka memasak beragam panganan ikan dari seluruh Nusantara.

Sekitar 30 menit mereka mengolah bahan masakan yang aromanya menggugah selera siapapun yang hadir di halaman istana itu. Ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang berkenaya merah, Presiden tampak antusias untuk segera mencicipi beragam sajian milik peserta.

Jokowi lalu mencicipi botok ikan masak putih hasil olahan Abdul Kadir, pemenang pertama LMIN 2017. Dia memanfaatkan potensi ikan di wilayahnya. Botok yang biasanya disajikan dengan bungkus daun pisang, Kadir membungkusnya dengan daun mengkudu.

Setelah beberapa suap mencicipi masakan dari ikan tenggiri itu, Jokowi mengernyitkan dahi. Rupanya, olahan ini didominasi rasa pedas. Jokowi lalu meminta segelas air karena kepedasan. "Pedas tapi enak. Ikan itu juga punyai nilai gizi yang sangat tinggi," ujarnya.

Awak media mencoba menggoda Jokowi untuk menyuapi Iriana yang berada di sisi kirinya. Namun, Iriana hanya tertawa dan memilih mengambil dan mencicipi langsung botok ikan itu. "Mau? Ndak mau katanya,” kata Jokowi saat coba menyuapi istrinya.

Rasa pedas rupanya tak membuat Jokowi berhenti makan. “Ini pedas, sayang enggak ada nasi,” ujarnya tersenyum.

Jokowi juga sempat mencicipi menu Gabus Pucung Sambel Pete. Makanan ini hasil masakan dari juara 2 kompetisi ini, Ruben Jeremia.

Setelah puas mencicipi aneka menu ikan, Presiden lalu berbicara tentang pentingnya makan ikan. Terlebih karena Indonesia memiliki banyak sumber daya perikanan.

Bagi pemerintah, Jokowi mengatakan, lomba masak ikan merupakan salah satu cara membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi hasil laut lebih banyak lagi, khususnya ikan.

Jokowi pun mengaku kagum melihat hasil laut bisa diolah menjadi beragam masakan yang kaya rasa. "Chef-chef ini harus didorong mengeluarkan jurusnya agar masakan laut (bisa) diangkat semua," tandasnya.

Sepuluh orang telah terpilih sebagai pemenang lomba yang digelar sejak Juli hingga Agustus 2017. Mereka adalah Abdul Kadir asal Pontianak, Anita Attu (Gorontalo), Endang SN (Batam), Matelda F Maryen (Biak), Narti Buo (Gorontalo), Non Lahibu (Gorontalo), Ruben Jeremia (Jakarta), Sri Ekowati (Batam), Sri Sudaryani (Batam), dan Syamsudin (Pontianak).

Ketua Dewan Juri Lomba Masak Ikan Darmastuti Nugroho mengatakan, unsur kelezatan rasa, penampilan masakan, kebersihan, dan kreativitas mengolah bahan-bahan lokal menjadi unsur terpenting. Pesan besar yang ingin disampaikan pada acara ini adalah menggali kekayaan kuliner Nusantara.

Hadir di acara ini Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Susi, Retno, dan Nila sudah hadir terlebih dahulu sebelum Presiden. Mereka juga sempat mencicipi makanan yang sudah jadi.

"Semua harus mau makan ikan. Kalau tidak, tenggelamkan," kata Susi, dengan gaya bicaranya yang khas.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya