Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA terus mengembangkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar tidak bergantung pada negara lain. Hampir semua perusahaan produsen alutsista dalam negeri tengah menggarap produk untuk kebutuhan semua matra TNI.
“Ada beberapa poin (yang menjadi prioritas) yang kita kembangkan. Ini memang mempunyai semangat yang selama ini sesuai dengan perintah Presiden bahwa kita harus mandiri dalam industri pertahanan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Widodo seusai membuka pameran alutisista di Gedung Kemenhan, Jakarta Pusat, kemarin.
Untuk matra TNI Angkatan Laut, Widodo mengungkapkan, PT PAL telah menuntaskan produksi KRI Nagapasa 403 hasil kerja sama RI dengan Korea Selatan, yang diperkirakan tiba pada 28 Agustus 2017.
Nantinya, KRI Nagasapa 403 bakal dilengkapi dengan senjata torpedo dan Black Shark. “Senjatanya kita pesan dari Italia. Paling lambat November atau Desember masuk Indonesia,” ujar Widodo.
Dengan kedatangan KRI Nagasapa 403, Indonesia kini memiliki tiga kapal selam. Sebelumnya, kapal selam pertama dan kedua dibangun di perusahaan pembuatan kapal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering. Menurut Widodo, Indonesia setidaknya membutuhkan 12 kapal selam untuk mengawasi seluruh perairan di Tanah Air.
“Sembilan unit lain, Indonesia secara khusus akan membuat sendiri. Ini komitmen Bapak Presiden untuk mengembangkan industri dalam negeri. Mudah-mudahan 2019 kita bisa raih kemandirian ini,” kita Widodo.
Untuk memenuhi kebutuhan TNI Angkatan Darat, Widodo mengatakan, saat ini PT Pindad tengah menyiapkan produksi kendaraan tempur tank kelas medium. “Kemudian ada beberapa peluru kendali. Ini sedang kita kembangkan agar kita tidak tergantung dengan negara lain. Kemudian juga ada roket radar,” ia menambahkan.
Bersama Korea Selatan, saat ini Pindad tengah menyiapkan desain untuk memproduksi jet tempur siluman KFX/IFX. Pada 2026, jet tempur itu diprediksi sudah bisa digunakan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara.
Terkait dengan pameran alutsista, Widodo mengatakan, ada tujuh badan usaha milik negara (BUMN) dan 28 perusahaan swasta yang memamerkan produk-produk teranyar mereka. (Deo/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved