Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri Indonesia membenarkan bahwa jenazah yang ditemukan tewas di kawasan perumahan Beverly Grove, Los Angeles, California, AS, Kamis (10/8) dini hari adalah Johannes Marliem.
"Dari informasi yang diterima KBRI Washington DC dari otoritas keamanan Amerika Serikat (AS), benar jenazah yang ditemukan meninggal itu adalah Johannes Marliem," ujar juru bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir, saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (13/8).
Lebih lanjut, Arrmanatha menyampaikan, berdasarkan informasi tersebut, Johannes Marliem ditemukan tewas sekitar pukul 02.00 dini hari pada 10 Agustus 2017, dan saat ini otoritas keamanan setempat masih melakukan investigasi terkait penyebab dan insiden yang terjadi sebelum Johannes tewas.
Selain itu, Arrmanatha juga mengatakan, saat ini masih dilakukan pengusutan lebih dalam terkait status kewarganegaraan Johannes. Pasalnya, terdapat dua informasi yang berbeda mengenai status kewarganegaraan korban.
"Ini kejadiannya ada di wilayah hukum AS, sehingga otoritas sepenuhnya ada di tangan mereka," pungkas Arrmanatha.
Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah menerima kabar meninggalnya Johannes Marliem, salah satu saksi dalam kasus korupsi KTP elektronik.
Sebelumnya, ada keraguan bahwa yang meninggal adalah Johannes Marliem. Pasalnya, setelah dinyatakan meninggal tertembak, media lokal di LA, AS memberitakan Twitter milik Johanes masih aktif dan ada twitan.
Setelah mendengar kepastian kabar tersebut, KPK mengaku siap mengirim tim ke Amerika Serikat jika dibutuhkan.
Sepeti diberitakan sebelumnya, pada sidang perdana kasus korupsi KTP elektronik, pada 9 Maret 2017 lalu, nama Johannes Marliem ikut disebut sebagai penyedia produk teknologi sidik jari proyek KTP elektronik yang kini terbongkar sebagai salah satu skandal korupsi terbesar saat ini.
Tak banyak yang tahu jika pria yang kini menjadi warga negara Amerika Serikat ini punya bukti banyak pertemuan orang-orang yang diduga terlibat korupsi KTP elektronik. Johannes Marliem merupakan Direktur Biomorf Lone, sebuah perusahaan yang bergerak sebagai penyedia layanan teknologi biometrik.
Dalam pusaran korupsi e-KTP, Marliem disebut sebagai penyedia produk Automated Finger Print Identification System merek l-1 untuk proyek e-KTP.
Melalui wawancara dengan Tempo via aplikasi chat time, Johannes Marliem mengaku punya bukti 500 GB terkait pertemuan orang-orang yang terlibat korupsi proyek e-KTP. Namun pihak KPK menyatakan belum membenarkanpernyataan Johannes Marliem tersebut.
Selain mengklaim sebagai saksi kunci, Johannes Marliem juga diduga ikut menerima aliran uang korupsi proyek KTP elektronik. Berdasarkan dakwaan jaksa, Johannes Marliem menerima US$14 juta dan Rp25 miliar.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved