Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dinilai bertentangan dengan ideologi Pancasila, kini pemerintah tengah mencermati ormas-ormas kecil yang ada di daerah. Demikian yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.
"Ada beberapa ormas-ormas kecil (yang sedang dicermati)," kata Tjahjo di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (10/8). Namun, Tjahjo enggan menyebutkan nama ormas yang dimaksud dan di daerah mana saja.
Kendati demikian, Tjahjo mengatakan bahwa ormas kecil yang tengah dicermati ini memiliki kegiatan di beberapa provinsi. Ormas kecil tersebut berbeda dengan HTI yang memiliki paham anti-Pancasila. "(Ormas kecil ini) sifatnya lebih radikal," katanya.
Tjahjo mengungkapkan pihaknya sudah mencermati ormas tersebut lebih dari dua tahun. Saat ini, pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti sebelum benar-benar membubarkan ormas tersebut.
"Sedang ditambah (bukti-buktinya). Harus kuat, harus lengkap (buktinya). Menuduh seseorang jadi tersangka kan butuh lebih dari satu alat bukti. Ini alat bukti harus lengkap," terangnya.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menjelaskan pemerintah tidak lama lagi akan menerbitkan Keputusan Bersama (SKB) tentang Peringatan dan Pembinaan Terhadap Mantan Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
"SKB ini ditujukan kepada kementerian/lembaga dan termasuk juga pemda. Isinya menyosialisasikan agar masyarakat paham, bahwa bertentangan Pancasila itu tidak benar, dilarang menyebarkan menganut ideologi atau paham yang bertentangan Pancasila," jelas Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kemendagri, Soedarmo di Jakarta, Rabu (9/8).(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved