Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN di bidang teknologi di Tanah Air tidak bisa dipisahkan dari sosok Presiden Ketiga Republik Indonesia Prof Ing BJ Habibie. Sebagai Bapak Teknologi Indonesia Habibie tidak menyia-nyiakan dan turut hadir pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 yang dipusatkan di Kota Makassar.
Dengan senyumnya yang khas, Habibie duduk di bangku paling depan pada puncak peringatan Hakteknas yang dibuka oleh Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla, Kamis (10/8). Termasuk ia berkesempatan melihat sejumlah produk-produk inovasi anak bangsa yang dipamerkan dalam RItech Expo.
Sebagai orang yang memberi inspirasi lahirnya Hakteknas saat meluncurkan N-25 Gatot Kaca, 10 Agustus 1995, Habibie selalu bangga dengan produk dalam negeri, dan itu sebagai penanda kebangkitan teknologi Indonesia.
"Hari kebangkitan teknologi nasional, saya bilang terus terang saja, performnya, karya-karyanya nyata itu, sangat mengagumkan, dalam spektrumnya yang lebar," seru Habibie.
Dengan demikian, lanjut Habibie, yang dibutuhkan saat ini adalah dana, agar teknologi yang sudah ada bisa terus dikembangkan.
Setelah 22 tahun, Habibie menyebut perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam negeri cukup pesat. Itu terlihat dari munculnya beragam karya inovasi nyata yang sangat membantu di kehidupan masyarakat.
“Karya-karya nyata itu sangat membantu dalam spektrum yang lebar. Ada informasai, telekomunikasi, kesehtan, pertanian, biologi, kerajinan, semuanya,” kata Habibie kepada wartawan.
Menurut Habibie, teknologi karya anak bangsa masih bisa dipacu lebih pesat. Dengan syarat, semua orang Indonesia mendukung penuh. Cukup dengan cara sederhana, yakni menggunakan produk karya cipta dalam negeri.
“Saya minta kepada siapa pun, di mana pun berada. Orientasi pada produk dalam negeri membantu bangsa Indonesia semakin unggul,” ujarnya.
Menggunakan produk dalam negeri, kata Habibie, sama saja mendorong percepatan inovasi teknologi. Sebab uang yang digunakan membeli, misalnya, dapat dimanfaatkan oleh para ilmuwan maupun praktisi teknologi. Baik untuk keperluan riset dan pengembangan inovasi lebih lanjut.
“Yang mereka butuhkan sekarang dana supaya berkembang. Kalau kita beli produk dalam negeri, mereka menjadi unggul. Negara pun punya anggaran lumayan dari pajak. Apalagi itu didapatkan dari sumber daya manusia terbarukan,” pungkas Habibie. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved