Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Sabu Satu Ton 'Anyer' Segera Dimusnahkan

Deny Irwanto/MTVN
09/8/2017 07:41
Sabu Satu Ton 'Anyer' Segera Dimusnahkan
(ANTARA/Asep Fathulrahman)

KEPOLISIAN menyatakan segera memusnahkan sabu sebanyak 1 ton yang disita dari penggerebekan di kawasan Anyer, Serang, Banten beberapa waktu lalu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Komisaris Besar Nico Afinta mengatakan pemusnahan diperkirakan akan dilakukan pertengahan bulan ini. "Pemusnahan barang bukti dilakukan bersama BNN dan Dir. IV Narkoba Mabes Polri. Kami ingin tunjukkan sinergitas antarlembaga penting dalam memerangi narkoba. Kemarin sudah rapat, rencananya kalau tidak dilaksanakan di Monas, di Bandara Soekarno Hatta," kata Nico saat dikonfirmasi, Rabu (9/8).

Dalam melakukan pemusnahan barang bukti tersebut, Nico memperkirakan butuh waktu sekitar 5 jam. Dalam acara tersebut, Nico juga berharap keikutsertaan Presiden Joko Widodo.

Para pelaku yang merupakan warga negara asing akan disidang di Indonesia. Nico berharap hakim bisa menjatuhkan vonis seberat mungkin kepada para pelaku nantinya.

"Kami berharap dapat dituntut hukuman mati dan divonis hukuman mati karena jumlahnya luar biasa. Yang 100-200kg saja sudah ada yang pernah dihukum mati, masa ini di atasnya kok tidak," pungkas Nico.

Sebelumnya penyelundupan sabu seberat 1 ton digagalkan aparat gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Depok. Penggerebekan dilakukan di Dermaga eks Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis 13 Juli 2017 dini hari.

Penyergapan bermula dari informasi anggota kepolisian Taiwan yang menyebut bakal ada pengiriman narkoba jenis sabu dari Tiongkok ke Indonesia. Tim lalu bergerak selama dua bulan menindaklanjuti informasi itu.

Dari tangan pelaku yang merupakan warga negara Taiwan, polisi menyita total 51 kotak berisi sabu. Sebanyak 27 kotak di mobil Toyota Innova gold, dan 24 kotak di mobil Toyota Innova hitam. Setiap kotak berisi sekitar 20 kilogram sabu.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya