Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan kepada publik, khususnya kalangan remaja, untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jokowi meminta agar publik tidak membuat pernyataan-pernyataan yang dapat menyinggung perasaan orang lain.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri acara silaturahim ulama Pondok Pesantren dan peresmian pembukaan Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Tahun 2017.
"Hati-hati sekarang ini yang namanya medsos, hati-hati terutama remaja-remaja kita. Hati-hati kalau membuat status, apakah menyinggung orang lain, apakah bisa menyebabkan sakit hatinya orang lain, apalagi niatnya langsung mau mencela, mencemooh, menjelekkan," ujarnya di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8).
Presiden pun mengingatkan bahwa bangsa Indonesia dengan beragam suku, agama, dan bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merupakan saudara se-Tanah Air. "Jangan lupakan itu," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan kembali bahwa saat ini telah terjadi perubahan global yang sangat cepat. Menurut Jokowi, dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang akan ada perubahan lanskap politik dan ekonomi.
"Banyak yang nantinya sudah tidak baca koran lagi, tidak lihat tv lagi, semuanya hanya pegang satu, smartphone, handphone, gadget, gawai," katanya.
Untuk itu, ia meminta agar semua pihak menyadari perubahan tersebut. "Jangan sampai anak-anak kita terintervensi oleh karakter-karakter yang tidak baik, terintervensi oleh peradaban barat yang bisa mengubah karakter budaya kita yang sudah berjalan dengan baik," tandasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved