Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo saat memberikan sambutan pembukaan Rapimnas Partai yang digelar The Stones Hotel Kuta Bali, Jumat (4/8) mengajak agar partai pendukung pemerintah untuk tidak membangun rasa pesimisme di tengah masyarakat.
"Saya datang sudah tiga kali ke acara besar yang diadakan Partai Hanura. Oleh sebab itu saya tidak mau kalah dengan Bapak Oesman Sapta Odang. saya ingin berbicara dengan momentum sekarang ini yakni momentum pertumbuhan perekonomian kita pada posisi yang baik dari negara yang lain," ujarnya.
Menurut Jokowi, momentum itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua pihak termasuk partai politik. Apalagi ada momentum yang kedua yaitu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang sangat tinggi.
"Ada momentum kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang sangat tinggi. Harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Ada survei yang menempatkan Indonesia pada peringkat pertama di antara negara-negara lainnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintahnya yang juga sangat tinggi," ujarnya.
Ia mengajak agar dengan kepercayaan dan momentum seperti ini jangan sampai di dalam negeri justru dibangun rasa pesimisme. Itu bertolak belakang dengan masyarakat luar yang justru memandang Indonesia dengan sangat optimis.
"Saat bangsa lain memandang kita dengan optimis, di antara sendiri jangan sampai timbul rasa iri dengan kepercayaan yang baik kepada pemerintah yang dibangun oleh masyarakat. Oleh sebab itu saya ingatkan jangan sampain kita ini terjebak dengan pesimisme itu. Hati hati itu. Yang kita bangun itu adalah optimisme publik sehingga betul-betul masa depan negara itu maju," ujarnya.
Jokowi juga mengingatkan, pembangunan infrastruktur harus diteruskan. Infrastruktur tersebut seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, baik di Jawa maupun di luar Jawa.
"Pembangunan akan terus kami kerjakan. Hal ini kita lakukan untuk mempersiapan kita dalam rangka persaingan global. Saya juga ingin menyadarkan bahwa lima tahun yang akan datang, 10 tahun yang akan datang sudah ada generasi X generasi Y. Generasi inilah yang akan mempengaruhi ekonomi, politik, akan mempengaruhi pasar. Akan terjadi perubahan yang sangat besar hal ini yang perlu kita waspadai."
Karena itu, kata Jokowi, pemerintah harus siap menghadapi transisi ini. Oleh sebab itu yang perlu kita bangun lagi selain infrastruktur adalah pembangunan sumber daya manusia. Ini adalah wajib untuk menghadapi persaingan global.
"Jika kita tidak mau berubah seperti itu kita akan bahaya dengan persaingan. Jika kita tidak berani mengambil trobosan-terobosan kita akan jauh ketinggalan oleh negara lain. Saya sudah menyampaikankepada menteri bahwa regulasi-regulasi yang berkembang, regulasi-regulasi yang tidak mau bertambah kecepatan dalam bertindak maka ganti saja, hapus saja, sehingga kita fleksibel dan bisa merespon beban-beban yang ada di dunia," pungkasnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved