Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Satgas Saber Pungli Selamatkan Rp17 Miliar

Christian Dior Simbolon
01/8/2017 17:10
Satgas Saber Pungli Selamatkan Rp17 Miliar
(Menko Polhukam, Wiranto -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

TIM Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) telah menggelar 917 operasi tangkap tangan (OTT) dari Oktober 2016 hingga Juli 2019. Dari OTT itu, ribuan orang ditetapkan sebagai tersangka dan belasan miliar rupiah berhasil diselamatkan.

"Sampai Juli 2017, Satgas Saber Pungli sudah melakukan operasi tangkap tangan terhadap 917 kasus. Berhasil diselamatkan sekitar Rp17 miliar," ujar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi sejumlah media massa di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (1/8).

Jumlah barang bukti yang didapatkan memang tidak sebanyak hasil rampasan KPK. Namun, menurut Wiranto, kinerja Satgas Saber Pungli dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Misalnya pengendara angkutan umum. Sebelumnya mereka yang harusnya bisa bawa penghasilan utuh untuk keluarganya malah harus berkurang karena ada pungli," ujar dia.

Wiranto menuturkan, tersangka yang terjaring dalam OTT Satgas Saber Pungli ialah pihak-pihak yang kerap memeras dan memungut dana ilegal dari masyarakat. Sebagian besar pelaku merupakan preman.

"Ada juga yang berasal dari instansi pemerintah," ujarnya.

Sejak dibentuk pada 20 Oktober 2016, Satgas Saber Pungli telah menerima sebanyak 31.110 laporan. Masalah yang banyak dilaporkan berada di sektor pelayanan masyarakat (36%), hukum (26%), pendidikan (18%), perizinan (12%), dan kepegawaian (8%).

Adapun instansi yang paling banyak diadukan adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Keuangan, dan TNI.

Ditemui usai pertemuan, Sekretaris Saber Pungli Mayjen Andrie Soetarno menambahkan, sejumlah daerah langganan dilaporkan masyarakat kepada Satgas Saber Pungli, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Timur, Banten, dan Lampung.

Dari total 917 OTT, Andrie mengatakan, sebanyak 11 kasus sudah divonis dan 8 kasus lainnya masih dalam proses persidangan. "Sudah proses lidik sekitar 519 kasus, P19 ada 35 kasus, lalu P21 sekitar 47 kasus, dan penuntutan 4 kasus," imbuhnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi Saber Pungli Marsekal Asep Chaerudin mengatakan, kendati langganan dilaporkan, bukan berarti sebuah daerah memiliki angka pungli yang tinggi. Jumlah laporan yang tinggi menunjukkan masyarakat di daerah tersebut lebih melek teknologi.

"Karena laporan ini melalui pesan singkat, melalui media sosial, dan lain-lain. Daerah yang jauh di sana, laporan mereka tidak sampai," ujarnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya