Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Presiden Tegur Polisi Segera Tuntaskan Kasus Novel

Christian Dior Simbolon
31/7/2017 19:48
Presiden Tegur Polisi Segera Tuntaskan Kasus Novel
(MI/PANCA SYURKANI)

PRESIDEN Joko Widodo meminta kepolisian segera menuntaskan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Hal itu diungkapkan Kapolri Tito Karnavian seusai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin (31/7). "Presiden meminta agar kasus ini segera dituntaskan. Tapi, kita melaporkan juga kendala-kendala yang dihadapi dalam penyelidikan," ujar Tito.

Terkait desakan sejumlah kalangan agar tim pencari fakta (TPF) dibentuk, Tito mengatakan, sejauh ini Jokowi masih mempercayakan penuntasan kasus itu di tangan kepolisian dan KPK. Terlebih, Polri dan KPK juga telah sepakat untuk membentuk tim investigasi bersama.

"Rencana pembentukan tim investigasi telah disampaikan ke KPK sewaktu pertemuan di KPK 16 Juni lalu. Kami ingin teman KPK bisa bergabung, membentuk tim gabungan Polri dan KPK, baik tim lidik, lapangan maupun analisnya. Kami terbuka untuk itu. Mungkin dalam beberapa hari ke depan (dibentuk)," ujarnya.

Menurut Tito, kasus ini lebih tepat diselesaikan oleh tim investigasi ketimbang tim pencari fakta. "Kalau pencari fakta tidak proyustisia, hasilnya tak dapat dijadikan barang bukti untuk ke pengadilan. Makanya kami membentuk tim investigasi karena kami menganggap sudah ada tindakan pidana," tutur Tito.

Ditambahkan Tito, Polri juga akan segera mengirimkan sebuah tim ke Singapura untuk meminta keterangan dari Novel, termasuk di antaranya mencari tahu dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus tersebut. Tim tersebut nantinya bakal didampingi oleh salah satu komisioner KPK.

"Kami masih menunggu kesediaan dari KPK untuk mendampingi. Supaya lebih objektif," imbuhnya.

Seperti diberitakan, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya di kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Sudah lebih dari 100 hari penyelidikan, kepolisian belum juga bisa menangkap pelaku.

Tito menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, mengamankan rekaman CCTV radius satu kilometer dari tempat kejadian dan sempat mengamankan empat terduga penyiram air keras. Namun demikian, penyidik Polri tidak berhasil menemukan keterkaitan antara para terduga dengan peristiwa tersebut. "Kita sudah memeriksa alibinya dan tidak ada keterkaitan," ujarnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya