Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menegaskan, pemerintah tak akan berkompromi dengan Islamic State (IS) di Asia Tenggara. Wiranto bahkan mengajak negara tetangga memerangi IS yang tengah menguasai Marawi, Filipina.
Akhir pekan kemarin, Wiranto menghadiri rapat koordinasi bersama negara tetangga di Manado, Sulawesi Utara. Rapat ini dihadiri perwakilan dari Selandia Baru, Australia, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam.
"Saya kemarin dari Manado, mengajak teman-teman semua bersama-sama keroyok basis IS baru di Marawi," kata Wiranto di Jakarta, Senin (31/7).
Wiranto menjelaskan, IS telah kewalahan menghadapi gempuran negara sekutu di tempat asal mereka. Oleh karena itu, mereka berupaya membangun basis di beberapa daerah yang dinilai potensial.
Salah satunya penguasaan Kota Marawi oleh Kelompok Maute yang mengaku terafiliasi dengan IS. Wiranto mengajak perwakilan negara tetangga untuk memberantas mereka. Karena, tak menutup kemungkinan ancaman tersebut akan merembet ke Tanah Air.
"Kalau tidak, bisa merambat ke Indonesia," jelas dia.
Pemerintah Indonesia bersama Australia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Selandia Baru melaksanakan Sub-Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT) di Manado Sulawesi Utara. Pertemuan itu membahas tiga agenda utama terkait masalah teroris yang ada di dunia.
Tiga agenda utama yang dibahas dalam pertemuan ini ialah perkembangan foreign terrorist fighters (FTF) dan cross border terrorism di subkawasan, upaya peningkatan kerjasama di tingkat domestic dan kawasan terkait Counter Violent Extremism dan deradikalisasi, serta upaya penguatan kerangka hukum dan kerjasama hukum.
Secara garis besar pertemuan ini menyepakati beberapa hal seperti pentingnya peningkatan kerja sama dengan masyarakat madani, penguatan peran perempuan, pentingnya pendidikan, pembangunan ekonomi, pengelolaan penjara, dan peningkatan program deradikalisasi.
Mereka juga menyepakati penyusunan narasi untuk menanggulangi propaganda dari kelompok atau pelaku terorisme sebagai upaya menanggulangi akar permasalahan dan bahaya radikalisme yang mengarah pada ekstrimisme dan terorisme. (MTVN/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved