Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Polisi Sita 281,6 Kilogram Sabu Asal Tiongkok

Nic/X-10
27/7/2017 06:29
Polisi Sita 281,6 Kilogram Sabu Asal Tiongkok
(Petugas BNN menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 281,6 kg yang diamankan saat penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Muara Karang Cantik, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/7) malam. -- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

TIM gabungan Badan Narkoti­ka Nasional (BNN), Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, serta Ditjen Bea dan Cukai kemba­li mengungkap peredaran sabu melalui jalur laut yang melibatkan jaringan internasional. Tadi malam, petugas menyita 281,6 kilogram sabu dari sebuah mo­bil boks di kawasan pergudangan di Pluit, Penjaringan, Ja­karta Utara.

“Penggerebekan itu dimulai dari pergudangan Bimoli di kawasan Pluit, Penjaringan, Ja­karta Utara. Di lokasi itu, se­buah truk dan pelaku diaman­kan,” ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, tadi malam.

Sabu disembunyikan di dalam delapan mesin pemoles se­patu. Di setiap mesin pemoles sepatu itu terdapat sekitar 32-40 kilogram sabu. Mereka menyelundupkan sabu melalui jalur laut menggunakan kontainer.

“Sabu ini didatangkan dari Tiongkok,” kata Arman.

Dalam penggerebekan terse­but petugas menangkap tiga pelaku. Mereka terdiri atas dua warga negara Indonesia, yaitu Supandi dan Handi, serta satu warga negara Taiwan bernama Khe Huan Hong. Namun, saat penangkapan, Hong melakukan perlawanan sehingga ditembak mati petugas.

Direktur Narkoba Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Ba­reskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto menyebutkan Hong merupakan pengendali dalam penyelundupan sabu tersebut.

“Dia (Hong) langsung mengendalikan dari Jakarta,” kata Eko.

Sementara itu, Supandi berpe­ran sebagai penjemput barang dan Hendi yang menyiapkan akomodasi serta mengurus paspor bagi Hong di Jakarta.

Sabu tersebut tadinya akan disimpan di rumah di Jalan Muara Karang Cantik, No 16 Blok D Selatan, RT 004/018, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Selanjutnya, kata Eko, sabu akan diedarkan di Jakarta. Ia juga menyebut pelaku merupakan bagian dari jaringan internasional. Namun, jaringannya berbeda dengan pelaku dalam penyelundupan 1 ton sabu di Serang, Banten, beberapa wak­tu lalu.

“Enggak ada (kaitan), beda ja­ringan,” kata dia.

Menurut keterangan warga sekitar, rumah tersebut disewa para pelaku sebelum Idul Fitri 2017 lalu. Sepengetahuan warga, rumah tersebut digunakan untuk perusahaan ekspedisi. (Nic/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya