Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, serta Ditjen Bea dan Cukai kembali mengungkap peredaran sabu melalui jalur laut yang melibatkan jaringan internasional. Tadi malam, petugas menyita 281,6 kilogram sabu dari sebuah mobil boks di kawasan pergudangan di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
“Penggerebekan itu dimulai dari pergudangan Bimoli di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Di lokasi itu, sebuah truk dan pelaku diamankan,” ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, tadi malam.
Sabu disembunyikan di dalam delapan mesin pemoles sepatu. Di setiap mesin pemoles sepatu itu terdapat sekitar 32-40 kilogram sabu. Mereka menyelundupkan sabu melalui jalur laut menggunakan kontainer.
“Sabu ini didatangkan dari Tiongkok,” kata Arman.
Dalam penggerebekan tersebut petugas menangkap tiga pelaku. Mereka terdiri atas dua warga negara Indonesia, yaitu Supandi dan Handi, serta satu warga negara Taiwan bernama Khe Huan Hong. Namun, saat penangkapan, Hong melakukan perlawanan sehingga ditembak mati petugas.
Direktur Narkoba Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto menyebutkan Hong merupakan pengendali dalam penyelundupan sabu tersebut.
“Dia (Hong) langsung mengendalikan dari Jakarta,” kata Eko.
Sementara itu, Supandi berperan sebagai penjemput barang dan Hendi yang menyiapkan akomodasi serta mengurus paspor bagi Hong di Jakarta.
Sabu tersebut tadinya akan disimpan di rumah di Jalan Muara Karang Cantik, No 16 Blok D Selatan, RT 004/018, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Selanjutnya, kata Eko, sabu akan diedarkan di Jakarta. Ia juga menyebut pelaku merupakan bagian dari jaringan internasional. Namun, jaringannya berbeda dengan pelaku dalam penyelundupan 1 ton sabu di Serang, Banten, beberapa waktu lalu.
“Enggak ada (kaitan), beda jaringan,” kata dia.
Menurut keterangan warga sekitar, rumah tersebut disewa para pelaku sebelum Idul Fitri 2017 lalu. Sepengetahuan warga, rumah tersebut digunakan untuk perusahaan ekspedisi. (Nic/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved