Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Staf Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Yosef Sumartono mengaku tidak mengenal Ketua DPR Setya Novanto, tersangka kasus proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-E).
“Saya tidak kenal dengan Pak Setnov,” kata Sumartono seusai diperiksa sebagai saksi untuk Novanto di Gedung KPK Jakarta, kemarin. Dia juga mengaku tidak tahu apakah ada aliran dana proyek KTP-E untuk Novanto.
Menurut Yosef, dia baru kenal Novanto setelah ada pemeriksaan kasus KTP-E. “Setahu saya setelah diperiksa dia Ketua DPR, itu saja. Dulu enggak tahu,” ujar Yosef.
Diketahui, dalam persidangan kasus KTP-E dengan saksi Sumartono, Vidi Gunawan yang merupakan adik Andi Agustinus alias Andi Narogong pernah ditugaskan mengantarkan uang di berbagai tempat.
Sedikit kilas balik pemeriksaan Sumartono, “Saya sudah bicara ke penyidik yang di Mal Cibubur Junction itu sebesar US$500 ribu sudah dikoreksi dalam BAP. Di Holland Bakery Kampung Melayu US$400 ribu, ketiga di pom bensin Bhayangkara US$200 ribu, di pom bensin AURI Pancoran US$400 ribu,” jawab Sumartono saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto.
KPK menduga Novanto dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena kedudukannya atau jabatannya sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam paket pengadaan KTP-E. (Ric/Gol/Ant/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved