Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Kepala BNN Usul LP Narkoba Dijaga Hantu

Gol/Mtvn/P-2
26/7/2017 08:01
Kepala BNN Usul LP Narkoba Dijaga Hantu
(Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso -- MI/Bary Fathahilah)

KESAL karena lembaga pemasyarakatan (LP) masih menjadi lokasi peredaran narkoba, Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) mengusulkan agar LP merekrut makhluk halus atau hantu sebagai penjaga.

BNN mencatat 50% peredaran narkoba di Indonesia dikendalikan dari balik jeruji besi. Kurangnya sumber daya manusia menjadi alasan LP tak bisa lepas dari peredaran narkoba. Padahal, seharusnya faktor SDM tak bisa dijadikan alasan jika petugas memiliki integritas tinggi.

Buwas berseloroh penggunaan makhluk halus dan binatang buas lebih relevan. Terlebih, buaya dan hantu tak mungkin bisa diajak bekerja sama oleh pengedar narkoba. “Hantu tidak bisa disogok. Pakai kemenyan kali,” kata Buwas, kemarin.

Kelakar itu sebagai upaya Buwas agar ada inovasi untuk bisa menghentikan peredaran barang haram di LP. Ia meminta pemerintah ber­gerak cepat membenahi sistem pengamanan di LP. “Sampai hari ini seperti itu. Kemarin kita tangkap oknum dari LP lagi. Jujur saja, hari ini kita masih memonitor jaringan LP.”

Sebelumnya, Buwas juga mengusulkan LP dijaga binatang buas seperti buaya. “Ya, saya kan sudah sering bilang kalau sudah tak percaya manusia. Kita kerja sama dengan buaya,” kata Buwas.

Buwas berambisi supaya LP dijaga ‘sipir’ buaya atau binatang buas lainnya. Ia berharap hal itu segera diwujudkan. “Makanya saya bilang masalah narkotika ini tidak bisa contact person dengan manusia lagi. Makanya saya bilang pakai buaya.”

Buwas mengaku mendapatkan banyak buaya sumbangan masyarakat. Mantan Kabareskrim Polri itu menilai sumbangan itu merupakan bentuk antusiasme masyarakat terhadap ide ‘nyelenehnya’. “Karena mereka kesal. Dari dulu, keterlibatan oknum sipir LP itu sudah ka­yak sekarang ini. Cuma dulu selamat. Terus dilakukan. Sekarang, saya kejar terus,” ujar Buwas.

Buwas mencoba menggambarkan model LP yang akan dijaga sipir buaya dan piranha. LP tersebut dikeli­lingi kolam yang berisi ‘sipir’ binatang buas. “Jadi begini, seandainya ini LP, dibuatkan kolam (di sekelilingnya). Di dalam kolam itu mungkin ada piranha atau buaya. Manusia ini tidak terkontaminasi. Setelah itu, sekeliling kolam dipagari. Terus diawasi dengan para petugas.” (Gol/Mtvn/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya