Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Purnawirawan Komit Dukung Pancasila

Pol/Ant/X-7
26/7/2017 06:58
Purnawirawan Komit Dukung Pancasila
(Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Mensesneg Pratikno (kanan) bertemu dengan sejumlah purnawirawan TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/7). -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PARA purnawirawan TNI dan Polri meneguhkan komitmen mendukung langkah pemerintah memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Mereka juga akan berusaha membawa kembali segelintir purnawirawan yang sempat terpengaruh dengan ideologi anti-Pancasila ke jalan yang benar dengan pedoman Sapta Marga.

Selain itu, para purna­wirawan mendukung tindak­an pemerintah membubarkan ormas berideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Demikian isi perbincangan para purnawirawan bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, kemarin.

Ketua Umum DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI/Polri (Pepabri) Agum Gumelar berharap Presiden tidak ragu terhadap komitmen para purnawirawan terhadap ideologi Pancasila. Menurutnya, komitmen itu akan ditularkan kepada korps TNI-Polri.

“Jadi mohon Bapak Presiden dan bangsa Indonesia tidak usah ragu pada kami ini, TNI dan Polri dalam komitmen terhadap Pancasila,” kata dia kepada Jokowi.

Agum mengakui pertemuan itu membahas upaya penguatan ideologi Pancasila, dan para jenderal senior itu akan berkontribusi mendorong para prajurit muda untuk tetap teguh dengan Sapta Marga. “Pertama, kami warga negara kesatuan Indonesia yang bersendikan Pancasila. Marga kedua, kami patriot Indonesia mendukung serta membela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah, Memang diakui Presiden ada 1-2, 10-20 di antara kita yang terpengaruh dan kami akan berusaha supaya mereka kembali ke pedoman Sapta Marga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Agum memberi contoh, suatu hari Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri selaku Ketua Persatuan Purna­wirawan TNI Angkat­an Darat (PPAD) pernah mendapat semacam teguran dari seorang senior, sesepuh. “Teguran­nya, ‘Pak Kiki karena kita sudah mem-back up pemerintah waktu Menko Polhukam, harusnya PPAD ini bersikap netral’. Tapi alhamdulillah Pak Kiki dengan tegas mengatakan, ‘Oh tidak Pak, tidak boleh netral kalau Pancasila, kita harus membela Panca­sila’. Itu salah satu contoh,” tutur Agum.

Dalam pertemuan itu Presiden didampingi Mensesneg Pratikno. Adapun para purna­wirawan yang hadir, antara lain, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Jenderal Pol (Purn) Awaloeddin Djamin, Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar, Laksamana TNI (Purn) Tanto Kuswanto, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri selaku Ketua PPAD, Laksamana Madya TNI (Purn) Djoko Sumaryono selaku Ke-tua Persatuan Purnawirawan TNI-AL. (Pol/Ant/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya