Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Tata Ulang Koalisi Pemerintah

Richaldo Y Hariandja
26/7/2017 06:10
Tata Ulang Koalisi Pemerintah
(Grafis Micom -- Foto: MI/Panca Syurkani)

UNTUK menjaga kekompakan dan suasana tetap kondusif di antara sesama partai politik pendukung pemerintah, Presiden Joko Widodo diharapkan menata kembali koalisi.

Hal itu dikemukakan pengamat politik Yunarto Wijaya kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin, terkait dengan pernyataan sejumlah kalangan agar Partai Amanat Nasional (PAN) menarik kader mereka dari Kabinet Kerja.

“Reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Tetapi dengan situasi seperti saat ini, hanya Presiden yang dapat menyelesaikannya. Koalisi partai pemerintah merupakan hak partai politik. Partai pun tidak bisa mencabut menteri karena hal itu dapat menjadi preseden buruk. Jika nanti ada partai politik berbeda pandangan dengan presiden lalu seenaknya keluar kabinet, itu kacau,” kata Yunarto.

Sebelumnya, Wapres Kalla menyatakan PAN bisa saja menarik Menpan dan Rebiro Asman Abnur dari Kabinet Kerja. Pemerintah tidak akan mencegah jika partai berlambang matahari itu melakukan hal tersebut.

“Ya, kami kembalikan ke PAN. Pemerintah tentu tidak bisa menahan,” ujar Kalla.

Kalla menyampaikan hal tersebut menanggapi pernyataan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais yang meminta PAN menarik kader mereka dari Kabinet Kerja. Amien melontarkan pernyataannya itu seusai menghadiri halalbihalal di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Minggu (23/7).

Walaupun demikian, lanjut Kalla, penarikan Asman harus atas persetujuan Ketua Umum dan Sekjen DPP PAN. “Apabila partai bersangkutan meminta keluar, enggak apa-apa. Tetapi itu bukan Pak Amien (yang meminta).”

Selama ini PAN dianggap kerap berbeda sikap dengan pemerintah. Saat rapat paripurna UU Pemilu, misalnya, PAN justru melakukan walkout karena mendukung ambang batas pengajuan calon presiden yang berbeda dengan partai pengusung pemerintah lainnya.

Terkait dengan hal itu, menurut Kalla, perbedaan sikap merupakan hal biasa dalam demokrasi. “Demokrasi tidak sama semua. Tetapi demokrasi kan suara terbanyak menyetujui. Ya, itu yang berlaku.”

Dukung presiden
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo mengemukakan sebagai bagian dari koalisi pemerintah seyogianya PAN mendukung setiap kebijakan pemerintah.

“Presiden berharap partai koalisi penyokong pemerintah mendukung kebijakan pemerintah. Seha­rusnya begitu,” ungkap Johan.

Senin (24/7) sejumlah elite partai politik pendukung pemerintah bertemu dengan Jokowi di istana. Namun, konsolidasi pimpinan fraksi parpol pendukung pemerintah itu tidak dihadiri wakil dari PAN. Johan mengaku tidak mengetahui alasan kenapa PAN tidak hadir.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan enggan mengomentari ketidakha­diran perwakilan Fraksi PAN di DPR dalam pertemuan antara Jokowi dan elite parpol pendukung pemerintah tersebut.

“Hubungan kami dengan Jokowi baik, termasuk dengan partai politik pendukung pemerintah. Kami dukung Presiden membangun infrastruktur. Kami dukung tanpa syarat,” kata Zulkifli.

Ketika disinggung mengenai permintaan Amien Rais agar PAN menarik menteri mereka dari kabinet, Zulkifli mengatakan, “Reshuffle sepenuhnya di tangan Jokowi. Itu hak prerogatif presiden.” (Pol/Deo/Nur/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya