Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Jangan Biarkan Setya Novanto Sendirian

Deo/P-5
25/7/2017 07:01
Jangan Biarkan Setya Novanto Sendirian
(Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menjawab pertanyaan jurnalis seusai menemui Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar BJ Habibie di kediamannya, kemarin. -- MI/Susanto)

KETUA Umum Partai Golkar Setya Novanto mendapat dukungan penuh dari mantan Presiden BJ Habibie yang juga Ketua Dewan Kehormatan Golkar. Dukungan itu terlontar setelah Novanto dan sejumlah petinggi partai menyambangi kediaman Habibie di Kompleks Patra Kuningan, Jakarta, kemarin. Pertemuan selama 45 menit itu berlangsung dalam keadaan hangat dan gembira.

“Saya berpesan kasus hukum itu diselesaikan dengan baik. Jangan menjelek-jelekkan partai sendiri dan membebani Ketua Umum Novanto dengan hal yang tidak penting karena kita bukan jenis partai yang habis manis sepah dibuang,” kata Habibie dalam keterangan resminya.

Ketua Harian Golkar Nurdin Halid, seusai pertemuan, mengatakan Habibie ingin semua elemen partai membantu Novanto. “Beliau berpesan agar Pak Novanto ja­ngan dibiarkan sendiri apalagi diisolasi,” ujarnya.

Ia pun memastikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Golkar Akbar Tandjung yang semula bersikap berseberang­an kini telah berbalik mendukung Novanto.

“Seluruh komponen partai akan all out untuk beliau memenangkan Golkar. Kerja sama dan kekompakan harus dipedomani seluruh kader untuk menjadikan Partai Golkar nomor satu, bukan nomor dua. Itu sikap Pak Akbar termasuk Pak Habibie,” cetusnya.

Bagi pihak yang mengingin­kan Novanto mundur dari jabatan ketua umum, mereka sebaiknya menempuh mekanisme partai. “Yang berhak meminta munaslub itu DPD dan 2/3 jumlah anggota,” papar Nurdin.

Lebih jauh ia mengatakan Novanto belum mengajukan gugatan praperadilan. “Sampai saat ini belum ada kepastian dan keputusan Pak Setya Novanto apakah akan melakukan praperadilan atau tidak,” ujar dia.

Novanto mengutarakan langkah hukum untuk menguji keputusan KPK harus dipertimbangkan secara matang. Ia lebih memilih fokus untuk menjalankan tugas sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR.

“Saya belum ada niat untuk langsung kepada proses praperadilan. Kita akan terus melakukan kerja-kerja yang sedang kita hadapi,” tandas Novanto. (Deo/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya