Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Perkenalkan Pancasila lewat Seni

AT/P-5
24/7/2017 08:14
Perkenalkan Pancasila lewat Seni
(Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Yudi Latif -- MI/Bary Fathahilah)

UNTUK menumbuhkan ideologi Pancasila di kalangan generasi muda, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) akan menggunakan pendekatan yang bersifat soft power. Salah satunya ialah dengan memaksimalkan peran kesenian.

“Sekarang bagaimana agar Pancasila bisa menyusup ke pori-pori? Caranya melalui instrumen yang memiliki soft power dan instrumen paling canggih, yakni melalui kesenian. Baik itu seni musik, film, atau tarian,” kata Ketua UKP-PIP Yudi Latif di Yogyakarta, Sabtu (22/7).

Ia hadir dalam Kongres Pancasila IX di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti berbagai kalangan masyarakat, dari akademisi, praktisi, guru, dosen, hingga insan-insan peduli Pancasila.

Yudi menyatakan Indonesia yang begitu majemuk dari sisi etnik, agama, serta ras dapat dipersatukan melalui Pancasila. Ideologi tersebut harus terus ditumbuhkembangkan mengingat ada pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila sehingga mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Yang penting cara memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila ke generasi muda harus kreatif. Penanaman Pancasila dengan cara top-down, cenderung memaksa, dan tanpa sentuhan estetika tidak bisa dilakukan,” tegas dia.

Salah satu pembicara di kongres tersebut, Agus Maftuh Abegebriel selaku Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, mengatakan saat ini telah ada bukti bahwa sekelompok orang atau organisasi menyatakan Pancasila dan NKRI sebagai thagut.

“Ada ideologi vulgar yang terang-terangan menghajar Pancasila. Lakukan 4D (deny, diminish, defeat, and defence). Tindak tegas dan persempit gerakan tersebut sehingga ideologi vulgar itu kalah. Selanjutnya kita mesti pertahankan Pancasila,” imbuh Agus. (AT/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya