Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi memberikan tiga sikap terkait dengan 100 hari peristiwa penyerangan dengan menggunakan air keras terhadap Novel Baswedan. “Pertama-tama saya dan seluruh insan KPK mendoakan agar Mas Novel dipermudah kesembuhan matanya walaupun kami tahu mata yang kiri sangat parah kondisinya,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jakarta, kemarin.
Kedua, sebagaimana dijanjikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memerintahkan jajarannya serius dalam mencari pelaku penyerangan terhadap Novel karena sudah 100 hari belum juga ditemukan.
Ketiga, KPK siap membantu teman-teman penyidik di Polda Metro Jaya untuk memeriksa Novel di Singapura. “Pada saat yang sama, KPK juga siap mendengarkan perkembangan terakhir soal pencarian penyerang Mas Novel,” tegasnya.
Oleh karena itu, kata Syarif, KPK sangat mengharapkan kepada Kapolri dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan untuk menuntaskan kasus itu agar masyarakat tidak terus bertanya siapa penyerang Novel.
Kamis (20/7) merupakan hari ke-100 pascapenyerangan terhadap Novel oleh dua orang bersepeda motor dengan menggunakan air keras. Ketika itu, penyidik senior KPK itu sedang dalam perjalanan pulang setelah menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel ketika itu, antara lain, sedang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan KTP-E.
Operasi mata
Di sisi lain, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan dokter yang merawat Novel di Singapura mempertimbangkan operasi besar terhadap mata kiri Novel. “Mata kiri Novel sudah terlihat berwarna putih. Dokter mengatakan jaringan di sana sudah tidak tumbuh, sedangkan mata kanan sedang dalam proses perbaikan,” jelasnya.
Untuk memperingati hari ke-100 peristiwa penyerangan terhadap Novel, kemarin sore, para pegawai KPK berkumpul di depan gedung komisi antirasywah melaksanakan doa bersama untuk kesembuhan Novel.
“Selain itu, semoga pelakunya segera ditangkap dan agar para pegiat antikorupsi seperti pegawai penegak hukum, masyarakat sipil, wartawan, dan seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari upaya melawan korupsi tidak menjadi korban dari serangan seperti itu,” ujar Febri.
Sebelumnya, pimpinan KPK telah menerima sketsa wajah terduga penyerang Novel. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut ada tiga sketsa wajah yang diberikan. “Waktu itu saya ditunjukkan ada beberapa, ya. Sekitar tiga sketsa. Kalau ditunjukkan sudah, tapi belum (ada kepastian). Masih diselidiki,” kata Saut pada 13 Juli lalu.
Penyidik kepolisian sudah membuat tiga sketsa wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. Tiga sketsa itu belum dikonfrontasi langsung ke Novel di Singapura.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan sketsa yang dibuat tim penyidik tidak ada yang mirip dengan sejumlah terduga pelaku yang pernah diamankan polisi. Mereka ialah Muklis, Hasan, Ahmad Lestaluhu, dan Niko Tirtayasa. “Tidak ada yang mirip dengan Hasan, Mukhlis, dan Ahmad Lestaluhu. Wajah baru,” ujar Argo.
Menurutnya, sketsa itu dibuat berdasarkan keterangan tiga saksi yang mengaku melihat orang-orang mencurigakan sebelum penyerangan terhadap Novel. (Pol/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved