Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif mengungkapkan Pancasila sulit dipahami terutama bagi kaum milenial. Hal ini, kata Yudi, disebabkan Pancasila tak lagi menjadi pelajaran pokok di sekolah.
“Metode penyampaian (Pancasila) pun tidak atraktif, tidak mengundang minat anak-anak muda generasi milenial untuk melihat Pancasila sebagai sesuatu yang terkoneksi dengan kehidupan nyata mereka sehari-hari,” ujar Yudi saat berkunjung ke Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta, kemarin.
Oleh karena itu, sambung dia, tantangan dalam usaha pemahaman Pancasila terletak bagaimana cara Pancasila bisa menjadi gaya hidup sehari-hari mereka.
Menurut Yudi, untuk membangkitkan minat kaum milenial, bisa dilakukan dengan menggunakan bahasa simbolis kesehariannya.
“Seperti Salam Pancasila dengan salam lima jari. Itu kan hal yang sifatnya sepele, tetapi membentuk sistem simbol. Sistem simbol itu membentuk dunianya, cara dia memandang dunia,” tegas Yudi.
Pihaknya juga menyayangkan bangsa ini terlalu banyak meributkan hal yang remeh-temeh. Itu terjadi karena banyak hal negatif di sekitar mereka.
“Lihat media sosial, isinya caci maki. Mereka terbiasa dengan situasi kebencian jadinya mereka tidak pernah mengenal bahasa harapan. Harusnya mereka diberi kesempatan untuk punya rasa bangga pada Tanah Airnya,” imbuh dia.
Ia mengatakan bila rasa bangga sudah tumbuh, mereka akan mengapresiasi kebaikan-kebaikan yang lain. “Perlu diingat, Pancasila bukan hanya urusan kepentingan negara. Pemahaman nilai-nilai Pancasila sesungguhnya sesuatu yang dibutuhkan mereka sehari-hari yang bisa menyelamatkan hidup mereka,” pungkasnya.
Belum dibahas
Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan masalah peningkatan status Kepala UKP PIP Yudi Latif belum dibahas. Dewan pengarah UKP PIP mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo meningkatkan status Yudi menjadi setingkat menteri.
“Belum dibahas (peningkatan status menjadi setingkat menteri),” kata Pratikno di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin.
Usulan peningkatan status itu disampaikan anggota dewan pengarah UKP PIP Ahmad Syafii Maarif. Hal itu bertujuan meringankan tugas Yudi dalam berkoordinasi dengan menteri.
Pria yang akrab disapa Buya Syafii itu mengatakan, status Yudi kini masih setingkat dirjen. Hal Itu membuat Yudi kesulitan menjalankan tugas sebagai Kepala UKP PIP. Sebab, kata dia, akan ada ego sektoral bila Yudi harus memanggil menteri untuk berkoordinasi.
“Kan sekarang bagaimana? Setingkat dirjen, tapi memanggil menteri. Kan ada ego sektoral. Jadi enggak bisa,” kata Syafii itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7) kemarin.
Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden No 54 Tahun 2017 tentang UKP PIP. Lembaga itu ditugasi memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. (MTVN/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved