Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kepala BIN: Ada Ancaman Operasi Intelijen Asing

Intan Fauzi
13/7/2017 20:20
Kepala BIN: Ada Ancaman Operasi Intelijen Asing
(MI/M. Irfan)

KEPALA Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan mengatakan, ancaman paling krusial bagi Indonesia saat ini ialah ancaman terhadap keselamatan dan keutuhan negara. Salah satu ancaman yang sudah di depan mata ialah operasi intelijen yang dilakukan oleh pihak asing.

"Ancaman di depan mata kita terutama ada operasi intelijen negara asing di negara kita. Ada dua operasi yang harus diwaspadai, pertama black ops intelligence, kedua psycho ops intelligence," kata Budi pada Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia di Jakarta, Kamis (13/7).

Budi menjelaskan, black ops intelligence merupakan operasi intelijen yang dilakukan oleh negara, lembaga, atau organisasi asing yang bertujuan melemahkan dan mengganti rezim pemerintahan. Pergantian rezim dilakukam melalui upaya infiltrasi, kudeta, dan lain-lain.

"Sedangkan psycho ops intelligence, operasi intelijen menyebarkan informasi-informasi dengan indikator-indikator tertentu melakukan brain wash, bisa melalui berita yang menyesatkan atau hoax terhadap target atau kelompok tertentu," jelas Budi.

Informasi-informasi bohong itu biasanya digunakan untuk mempengaruhi emosi, motif, dan cara berpikir orang-orang. Dengan maksud mengubah perilaku perorangan, kelompok, kemudian pemerintah. "Ini yang sudah terjadi di Indonesia," tegas mantan Wakapolri itu.

Selain dua operasi intelijen, ada pula operasi intelijen di bidang ekonomi. "Currency war untuk melemahkan mata uang kita," lanjutnya.

Operasi intelijen itu sudah dialami Indonesia saat mengalami krisis 1998. Negara superpower selalu menggunakan operasi tersebut untuk melemahkan mata uang negara tujuan supaya bergantung pada mereka.

"Selalu bergantung, selalu berutang dan akhirnya meminta bantuan pada mereka. Contoh yang berhasil di Afganistan dan Irak. Saat ini sangat bergantung pada bantuan-bantuan negara superpower tersebut meski sumber daya mereka cukup besar tapi sudah dikuasai asing, pangan saja harus disubsidi asing," ungkapnya.

Saat ini pun, lanjut Budi, Indonesia sedang diserang dengan currency war namun dalam skema yang berbeda, yakni operasi economic hit man. "Di bawah kendali CIA, mereka mampu membuat Indonesia mengalami krisis moneter 1998," ujar Budi. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya