Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jokowi Tanggung Biaya Keluarga

Rudy Polycarpus
10/7/2017 06:40
Jokowi Tanggung Biaya Keluarga
(ANTARA/Widodo S Jusuf)

KUNJUNGAN Presiden Joko Widodo ke Turki dan Jerman yang baru lalu sempat mendapatkan sorotan besar dari masyarakat.

Bukan karena substansi kunjungannya, melainkan karena Jokowi membawa serta putra-putri hingga cucunya.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin menegaskan seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman pada 5-9 Juli 2017 menjadi tanggungan pribadi Presiden. Hal itu sesuai arahan Presiden Jokowi.

"Sebelum melakukan perjalanan ke Turki dan Jerman, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna pada Senin, 3 Juli 2017, di Istana Merdeka," ujar Bey dalam kete-rangannya di Jakarta, kemarin.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana membawa lima anggota keluarga, yakni 2 putra dan 1 putri, 1 menantu, dan 1 cucu.

Menurut Bey, anggota keluarga Presiden Jokowi selama penerbangan berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya diperuntukkan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana.

Dengan demikian, keberadaan anggota keluarga Presiden itu tidak mengurangi kapasitas penumpang rombongan resmi.

Menteri Sekretaris Negara Pra-tikno kepada Biro Pers menyatakan keikutsertaan keluarga Presiden tidak membebani anggaran negara.

Sejak awal pemerintahan pun, Presiden Jokowi telah meme-rintahkan agar dilakukan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara termasuk perjalanan dinas presiden.

"Perintah Presiden sangat jelas dan tegas untuk efektivitas dan efisiensi. Tidak perlu sewa pesawat walaupun perjalanan sampai ke Amerika Serikat, tim advance yang diperkecil, dan jumlah delegasi yang dibatasi dengan kapasitas pesawat," ucap Pratikno.

Jumlah tim pendahulu dikura-ngi sampai 40% dan lebih mengoptimalkan peran Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Jumlah delegasi juga dibatasi sesuai dengan kapasitas pesawat kepresidenan yang totalnya hanya 42 orang untuk kunjungan ke luar negeri.

"Jumlah tersebut bukan hanya delegasi inti, tetapi sudah termasuk perangkat kepresidenan lainnya," ucap Pratikno.

Lebih lanjut Pratikno mengungkapkan untuk perjalanan jauh seperti ke Amerika Serikat, negara mampu membayar biaya jasa maskapai penerbangan Garuda.

Namun, mengingat biaya yang sangat mahal, Presiden lebih memilih menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 walaupun harus menambah transit dan waktu tempuh.

"Transit beberapa kali menuju Amerika Serikat untuk pengisian bahan bakar, itu tidak masalah bagi Pak Presiden. Hal ini menunjukkan Presiden konsisten dengan prinsip efisiensi penggunaan anggaran negara," kata Pratikno.

Contohkan transparansi

Ahli hukum Universitas Andalas Feri Amsari menilai keikutsertaan keluarga Presiden dalam kunjungan ke luar negeri tidak melanggar aturan protokoler.

Meski begitu, wajar bila kemudian ada kekhawatiran hal itu akan memboroskan anggaran negara.

Deputi Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Apung Widadi berharap Presiden bisa menjadi contoh dan teladan dalam transparansi.

"Pakai pribadi atau ditanggung negara. Kalau ditanggung negara berapa, aturannya bagaimana. Selama ini Presiden identik dengan kesederhanaan, tapi belakangan luntur," tandasnya. (Nur/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya