Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pansel Diminta Gali Agenda Reformasi Komnas HAM

06/7/2017 07:18
Pansel Diminta Gali Agenda Reformasi Komnas HAM
(MI/M IRFAN)

KOMISI untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) meminta panitia seleksi menggali dan merepresentasikan agenda-agenda krusial reformasi dalam rangka mencari anggota Komnas HAM yang baru.

"Kontras merekomendasikan kepada Pansel Komnas HAM agar memastikan bahwa dalam tahapan seleksi selanjutnya, khususnya saat tes wawancara, agar lebih menggali agenda-agenda konkret reformasi kelembagaan Komnas HAM dan langkah nyata dalam menghadapi tantangan HAM ke depan," kata Koordinator Badan Pekerja Kontras, Yati Andriyani, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, langkah-langkah nyata tersebut termasuk agenda keadilan bagi para korban pelanggaran HAM di berbagai sektor.

Hal itu penting mengingat beragam isu strategis tidak terbahas dalam uji publik.

"Kami juga meminta proses wawancara dilakukan secara terbuka sehingga dapat dipantau oleh publik secara langsung," paparnya.

Ia menyebutkan hal itu berkenaan dengan telah dilaluinya tahap kedua proses seleksi calon anggota Komnas HAM periode 2017-2022 dan telah diumumkannya 28 nama calon yang lolos ke tahap berikutnya.

Kontras mengapresiasi kerja pansel, tetapi menyesalkan parameter dan indikator yang digunakan untuk meloloskan ke-28 nama itu masih belum dipaparkan secara jelas.

"Hal ini penting disampaikan untuk memastikan tranparansi dan objektivitas dalam menentukan calon-calon terpilih," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Pansel Calon Anggota Komnas HAM Jimly Asshiddiqie menegaskan pihaknya membuka diri untuk menerima masukan publik.

Pada sesi wawancara terbuka di tahap seleksi keempat, kata dia, rekam jejak dan integritas calon akan kembali diuji.

Ia menjamin 28 nama itu merupakan pilihan terbaik. (Dio/Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya