Selasa 09 Mei 2017, 07:15 WIB

Jejak Nazaruddin hingga Alkes RS Unud

MTVN/Nyu/P-2 | Politik dan Hukum
Jejak Nazaruddin hingga Alkes RS Unud

Kondisi Ruko milik terpidana kasus tindak pidana pencucian uang (tppu) Muhammad Nazaruddin yang telah dieksekusi menjadi rampasan negara di Komplek Ruko Grand Wijaya, Jakarta Selatan. -- MI/Rommy Pujianto

 

DIREKTUR I PT Mahkota Negara Marisi Martondang didakwa ikut merekayasa proses pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Pendidikan dan Pariwisata Universitas Udayana (Unud). Korupsi yang dilakukan anak buah Nazaruddin itu telah merugikan negara setidak-tidaknya Rp7 miliar.

“Terdakwa bersama Made Maregawa dan Muhammad Nazaruddin melakukan atau yang turut serta melakukan, secara melawan hukum,” kata jaksa penuntut KPK Ronald Ferdinand Worotkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Marisi memengaruhi Made yang menjabat pejabat pembuat komitmen proyek untuk memenangkan perusahaannya, yakni perusahaan yang berdiri di bawah Permai Group (atau Anugerah Group) milik Nazaruddin.

Perusahaan mengatur pengadaan mulai penyusunan surat harga penawaran (SHP) dari sejumlah perusahaan yang sengaja diikutsertakan hingga ke penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) dibuat tim pengadaan. Proses evaluasi penawaran dan berita acara serah terima juga dibuat fiktif agar anggaran dapat cair.

Pengaturan itu sudah dimulai sejak sekitar Januari 2009. Nazaruddin dan perusahaan di bawah kendalinya mengusahakan sejumlah perusahaannya bisa ikut tender.

Sejumlah tim yang dibentuk Nazaruddin kemudian berkomunikasi dengan pihak Unud, yakni Made Maregawa dan I Dewa Putu Sutjana (pembantu rektor Unud). Spesifikasi dan vendor penyuplai mulai disusun setelah pengadaan alat kesehatan (alkes) masuk ke anggaran.

Made menyusun harga perkiraan sendiri berdasarkan spesifikasi alkes agar mengarah ke vendor tertentu. Vendor tersebut disebutkan dalam dakwaan sudah menjadi rekan­an perusahaan Marisi.
Dalam proses tender, Marisi meminjam sejumlah perusahaan untuk diikutsertakan dalam lelang.

“Terdakwa menyarankan kepada Muhammad Nazaruddin agar nantinya perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang adalah PT Mahkota Negara,” kata jaksa.

Sanggahan hasil lelang dilayangkan sejumlah perusahaan. Namun, Made menyatakan proses lelang sudah sesuai dengan prosedur.

Perusahaan Marisi pun mendatangkan barang yang dibe­linya dengan diskon hingga 40% dalam proses pengadaan. Padahal, perusahaan Marisi tidak memiliki barang yang dibutuhkan Rumah Sakit Unud. (Mtvn/Nyu/P-2)

Baca Juga

MI/Ramdani

Diduga Langgar Etik, Tim Penyidik Jiwasraya Dilaporkan ke JAM-Was

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 02:01 WIB
Seharusnya 122 emiten itu juga diperiksa serta diminta pertanggung jawaban atas dugaan timbulnya kerugian...
ANTARA/ROSA PANGGABEAN

Poros Islam Berpotensi Perlebar Polarisasi

👤Antara 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:40 WIB
Ada potensi terbentuknya kelompok-kelompok kecil di...
MI/Yakub PY

Kabaharkam: Masyarakat Patuhi Kebijakan Pemerintah

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:17 WIB
KEPALA Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto memantau langsung arus lalu lintas pengamanan peniadaan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya