Senin 07 Desember 2020, 22:10 WIB

Relawan Sehat Siap Kawal Pilkada Serentak Cegah Covid-19

mediaindonesia.com | Pilkada
Relawan Sehat Siap Kawal Pilkada Serentak Cegah Covid-19

Istimewa
Pawai budaya bertajuk "Pilkada Sukses, Terapkan Prokes. Masyarakat Sehat, Demokrasi Sehat", di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Senin (7/12)

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang menimbulkan kekhawatiran terhadap penularan Covid-19. Apalagi sudah 575.796  korban terpapar pada Minggu (6/12) kemarin. Jangan sampai pesta demokrasi ini menjadi klaster penyebaran virus korona.

Lantaran itu, Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) membentuk dan mendeklarasikan Relawan Pilkada Sehat dengan menggelar pawai budaya bertajuk "Pilkada Sukses, Terapkan Prokes. Masyarakat Sehat, Demokrasi Sehat", di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Koordinator Gerakan Pilkada Sehat DPP PGK, Dendi Budiman mengatakan potensi penularan Pandemi Covid-19 pada gelaran Pilkada sangat nyata. Hal ini  harus diantisipasi oleh semua kalangan, baik penyelenggara, peserta Pilkada hingga masyarakat secara umum.

"Saya kira Pilkada tahun ini cukup beresiko menularkan pandemi. Untuk itu kita ingin gerakan Pilkada Sehat ini menjadi kesadaran bersama, bahwa memilih itu penting dan kesehatan masyarakat juga penting," jelas Dendi.

Dendi berharap dengan adanya Relawan Pilkada Sehat yang diinisiasi oleh DPP PHK ini, dapat memberikan dampak nyata, sehingga gelaran Pilkada tetap berjalan lancar, aman, damai dan sehat serta menghasilkan pemimpin daerah yang serius membangun daerah.

Di kesempatan yang sama, Sekjed DPP PGK Riyan Hidayat, mengatakan parade dengan budaya dengan berpakaian adat dari 34 provinsi. Menggunakan bahasa daerah masing-masing mengajak masyarakat untuk membudayakan protokol kesehatan dalam kesehariannya. terlebih daerahnya yang sedang melaksanakan Pilkada

"Indonesia memiliki beratus ragam budaya, adat istiadat, serta bahasa. Oleh karena itu, Relawan Pilkada Sehat melaksanakan kegiatan ini dengan melakukan kampanye pendekatan budaya. Khususnya menjelang Pilkada Serentak 2020. Masyarakat harus terus diajak bersama membudayakan protokol kesehatan, dan bukan membudayakan pendekatan hukum yang cenderung memaksa, ungkap mantan Ketua BEM UIN Jakarta ini.

Ditengah perekonomian masyarakat yang masih terpuruk akibat pandemi, pendekatan hukum justru hanya akan memantik emosi publik sehingga menghadirkan gesekan bahkan konflik antara masyarakat dan negara.

"Rajin mencuci tangan, mengenakan masker, serta disiplin menjaga jarak harus membudaya dan membumi ditengah masyarakat dengan penuh kesadaran, bukan paksaan. Dan kita semua harus siap menjadi suri tauladannya", tutup Riyan.

Seperti di ketahui, dalam pawai budaya Relawan Pilkada Sehat ini DPP PGK menyerukan penyelenggara Pilkada agar protokol kesehatan diterapkan secara ketat.  KPU harus memastikan tersedianya 12 Alat Protokol Kesehatan di TPS (tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, sarung tangan plastik untuk pemilih, sarung tangan medis untuk petugas KPPS, masker, tempat sampah, face shield untuk petugas, alat pengukur suhu tubuh, disinfeksi lokasi pemilihan, tinta tetes, baju hazmat, dan ruangan khusus bagi pemilih yang bersuhu 37,3 derajat celcius). (OL-13)

Baca Juga

DOK. MI/PIUS ERLANGGA

90% Kepala Daerah Korupsi karena Utang ke Sponsor

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 23 Desember 2020, 01:55 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sering dibuat gerah oleh ulah sejumlah kepala daerah, baik gubernur, wali kota, maupun bupati, yang...
Sumber: KPK/PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah/Riset MI-NRC

Berharap Langit Cerah di Daerah

👤THEOFILUS IFAN SUCIPTO 🕔Rabu 23 Desember 2020, 00:19 WIB
PASANGAN calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, Provinsi Lampung, nomor urut 1, Wahdi Sirajudin dan Qomaru Zaman,...
Istimewa

Dinyatakan Tidak Bersalah, Muyadi: Allah Maha Adil

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 12 Desember 2020, 21:50 WIB
DUA hari setelah pemilihan gubernur Sumatera Barat 2020 Bareskrim baru menyatakan Mulyadi tidak bersalah, karena tidak cukup bukti. Hal itu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya